Prasetyo menyebut salah satu penekanan presiden adalah pada Kementerian Kelautan dan Perikanan. "Untuk sesegera mungkin melakukan percepatan terhadap pembangunan kampung-kampung nelayan," jelasnya. Rencana konkretnya? Membangun sekitar 1.582 kapal tangkap ikan.
Lalu, kenapa semua ini begitu mendesak? Jawabannya ternyata berkait erat dengan program andalan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG). Bayangkan saja skalanya. Prasetyo memberi contoh nyata yang cukup mencengangkan.
"Kalau satu hari saja menunya adalah telur, maka dibutuhkan 82 juta butir telur satu hari," ujarnya.
Angkanya jadi semakin besar untuk kebutuhan ayam. "Hampir mencapai 890 juta, 800 juta ekor ayam yang kita butuhkan untuk memenuhi semua protein, itu hanya dari kebutuhan MBG," papar Prasetyo. Jadi, swasembada pangan bukan cita-cita lagi, tapi sebuah keharusan. Agar program seperti MBG bisa berjalan lancar tanpa bergantung pada pasokan dari luar negeri.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Melonjak Rp7.000, Sentuh Rp2,5 Juta per Gram
Komedi Mens Rea Pandji Pragiwaksono Berujung Laporan Pencemaran Nama Baik dan Penistaan Agama
Bauran Energi Hijau Indonesia Sentuh 15,75 Persen di 2025
Defisit APBN 2025 Sengaja Dibesarkan, Purbaya: Biar Ekonomi Tak Morat-Marit