"Kapasitas produksi Samsung masih banyak terkonsentrasi di DRAM konvensional. Jadi, ketika harga segmen ini terus naik, mereka berpotensi meraup keuntungan yang lebih besar dari siklus kenaikan harga yang sedang terjadi sekarang," ujarnya.
Survei dari LSEG SmartEstimate terhadap puluhan analis memprediksi angka yang konkret: laba operasional Samsung bisa mencapai 16,9 triliun won, atau setara dengan Rp196 triliun. Bandingkan saja dengan kuartal yang sama tahun sebelumnya, yang 'hanya' 6,49 triliun won. Angka kuartal IV-2025 ini bahkan disebut-sebut akan menjadi yang tertinggi sejak pertengahan 2018.
Data pasar pun mendukung. Harga untuk chip DRAM generasi terbaru, DDR5, disebut melonjak luar biasa hingga 314 persen pada kuartal terakhir tahun lalu. Chip jenis ini vital fungsinya, menjadi komponen penyimpan data sementara di server, komputer, dan tentu saja ponsel pintar kita.
Namun begitu, semua prediksi ini masih menunggu konfirmasi resmi. Samsung sendiri rencananya akan merilis perkiraan awal pendapatan dan laba operasionalnya pada hari Kamis mendatang. Kita tunggu saja kabar selanjutnya.
Artikel Terkait
Pemerintah Tegaskan Haji Furoda 2026 Tak Akan Diselenggarakan
Arab Saudi Resmi Tutup Visa Haji Furoda untuk Tahun 2026
Pemerintah Izinkan Maskapai Naikkan Fuel Surcharge hingga 38% Imbas Harga Avtur Melonjak
Pemerintah Tegaskan WFH untuk Swasta Hanya Imbauan, Bukan Kewajiban