"Kapasitas produksi Samsung masih banyak terkonsentrasi di DRAM konvensional. Jadi, ketika harga segmen ini terus naik, mereka berpotensi meraup keuntungan yang lebih besar dari siklus kenaikan harga yang sedang terjadi sekarang," ujarnya.
Survei dari LSEG SmartEstimate terhadap puluhan analis memprediksi angka yang konkret: laba operasional Samsung bisa mencapai 16,9 triliun won, atau setara dengan Rp196 triliun. Bandingkan saja dengan kuartal yang sama tahun sebelumnya, yang 'hanya' 6,49 triliun won. Angka kuartal IV-2025 ini bahkan disebut-sebut akan menjadi yang tertinggi sejak pertengahan 2018.
Data pasar pun mendukung. Harga untuk chip DRAM generasi terbaru, DDR5, disebut melonjak luar biasa hingga 314 persen pada kuartal terakhir tahun lalu. Chip jenis ini vital fungsinya, menjadi komponen penyimpan data sementara di server, komputer, dan tentu saja ponsel pintar kita.
Namun begitu, semua prediksi ini masih menunggu konfirmasi resmi. Samsung sendiri rencananya akan merilis perkiraan awal pendapatan dan laba operasionalnya pada hari Kamis mendatang. Kita tunggu saja kabar selanjutnya.
Artikel Terkait
Satgas Beri Peringatan Terakhir ke 20 Perusahaan Sawit dan Tambang Penunggak Denda
Target 82,9 Juta Penerima: Program Makan Bergizi Gratis Pacu Kualitas Jelang 2026
Rizki Juniansyah Naik Jadi Kapten, 52 Medali SEA Games TNI Dibayar Kenaikan Pangkat
Pohon-Pohon Bercerita: Video Mapping Meriahkan Malam di Sesar Lembang