JAKARTA - Akhirnya, tiang-tiang monorel yang mangkrak dan jadi pemandangan usang di Ibu Kota akan segera dirobohkan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan eksekusi pembongkaran akan dimulai pada minggu ketiga Januari 2026 mendatang. Kabar ini disampaikan langsung oleh Pramono, Senin lalu.
"Minggu ketiga Januari mulai (dibongkar)," tegasnya.
Rupanya, proses menuju keputusan ini sudah berjalan cukup panjang. Menurut penjelasan Pramono, surat permintaan resmi untuk membongkar struktur itu sudah dikirim ke PT Adhi Karya si penanggung jawab proyek pada November 2025 lalu. Pemprov memberi tenggat waktu satu bulan penuh.
Namun begitu, surat itu seolah menguap begitu saja, tanpa tanggapan yang berarti dari pihak perusahaan. Karena itulah, Pemprov memutuskan untuk turun tangan langsung. "Ya karena kami sudah mengeluarkan surat, sudah kita kasih batas waktu satu bulan. Kalau tidak bisa mereka melakukan, kami akan melakukan sendiri," ujar Pramono dengan nada tegas.
Soal berapa anggaran yang harus dikeluarkan untuk operasi pembongkaran ini, Pramono mengalihkan pertanyaan ke instansi teknis. "Nanti tanyakan kepada Dinas Bina Marga ya," ucapnya singkat.
Di sisi lain, beban psikologis dari proyek yang terbengkalai selama dua dekade ini ternyata cukup berat. Pramono sendiri mengaku kerap terbawa mimpi buruk dan susah tidur nyenyak memikirkannya. Baginya, tiang-tiang besi di Rasuna Said dan Asia Afrika itu adalah pengingat kegagalan yang terus menerus menatap warga kota.
"Saya bilang kepada Balai Kota, saya yang begini-begini membuat saya tidur nggak nyenyak, mimpi saya tentang monorel," kenangnya dalam suatu kesempatan di akhir Oktober lalu.
Untungnya, dia tak sendirian. Dukungan dari aparat penegak hukum menjadi angin segar untuk memuluskan niatnya. "Maka saya ingin selesaikan. Alhamdulillah atas dukungan aparat penegak hukum, terutama Kejati Jakarta, KPK," tambahnya dengan nada lega.
Kini, tinggal menunggu waktu. Jika tak ada aral melintang, awal tahun depan Jakarta akan mulai melupakan salah satu 'monumen' kebuntuan proyeknya yang paling terkenal.
Artikel Terkait
Seskab Bantah Isu Produk AS Bebas Masuk Tanpa Sertifikasi Halal
Petani Perkuat Pasokan Sayur Jelang Ramadan di Tengah Tantangan Cuaca Ekstrem
Mantan Agen CIA Klaim Trump Siap Serang Iran Pekan Depan di Tengah Jalur Diplomasi Aktif
Trump Pertanyakan Sikap Iran Meski AS Kerahkan Kekuatan Militer Signifikan