Dari dalam kabin Air Force One yang melintasi langit malam, Presiden AS Donald Trump mengeluarkan pernyataan keras. Ini terjadi Minggu (4/1/2025) malam, tak lama setelah operasi militer AS di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro. Trump tak berhenti di situ. Ia mengisyaratkan langkah selanjutnya bisa menyasar Kolombia dan Iran.
“Kolombia sangat sakit,” ujarnya kepada para wartawan, dengan nada khasnya yang tak pernah ragu.
“Dijalankan oleh orang sakit yang suka membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat.”
Komentar pedas itu jelas merujuk pada Presiden Gustavo Petro. Trump bahkan menambahkan, “Dia tidak akan melakukannya lama.” Saat seorang reporter menyinggung soal kemungkinan operasi di Kolombia, Trump hanya balas singkat, “terdengar bagus bagi saya.” Ancaman itu menggantung, terkait peran negara tersebut dalam perdagangan narkoba.
Di sisi lain, Iran juga masuk dalam bidikan. Trump memperingatkan bahwa AS akan “menghantam sangat keras” jika pemerintah Teheran mulai membunuh para demonstran. Peringatan itu muncul di tengah gelombang protes anti-pemerintah yang melanda Iran sepanjang pekan terakhir. Jadi, ancamannya nyaris bersamaan.
Artikel Terkait
Kemacetan dan Infrastruktur yang Tersendat Ancam Pesona Bali di Mata Wisatawan
Benteng Pendem Ambarawa: Kisah yang Kini Bisa Disambung Kembali
Setelah 29 Tahun, Kisah Cinta Ridwan Kamil dan Atalia Berakhir di Pengadilan Agama
Sekutu Trump Ancam Bunuh Khamenei di Tengah Gelombang Demo Iran