Indonesia Serukan Jalan Damai Usai Serangan AS Guncang Caracas

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 21:05 WIB
Indonesia Serukan Jalan Damai Usai Serangan AS Guncang Caracas

Subuh di Caracas pecah oleh dentuman. Serangan udara Amerika Serikat mengguncang ibu kota Venezuela dan sejumlah wilayah lain pada Sabtu waktu setempat. Operasi militer ini bukan datang tiba-tiba; ia adalah puncak dari ketegangan yang telah memanas berbulan-bulan antara Washington dan pemerintah Nicolas Maduro.

Menanggapi eskalasi ini, Indonesia lewat Kementerian Luar Negeri menyuarakan keprihatinan mendalam. Lewat sebuah pernyataan di media sosial X, Indonesia mendesak semua pihak yang bertikai untuk mencari jalan damai.

"Indonesia menyerukan kepada seluruh pihak terkait untuk mengedepankan penyelesaian secara damai melalui langkah-langkah de-eskalasi dan dialog, serta tetap mengutamakan perlindungan terhadap warga sipil," begitu bunyi pernyataan resmi itu, yang dikeluarkan pada Sabtu (3/1/2026).

Tak hanya itu, Indonesia juga menegaskan komitmennya pada tatanan dunia yang beradab. "Indonesia menegaskan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip dalam Piagam PBB," tambah pernyataan tersebut.

Latar belakang serangan ini memang rumit. Sejak akhir tahun lalu, armada laut AS sudah membentuk kepungan di perairan dekat Venezuela. Presiden AS Donald Trump membenarkan manuver ini dengan alasan memerangi jaringan narkoba dan penyelundupan minyak yang terkena sanksi internasional. Namun, bagi banyak pengamat, langkah itu terasa lebih seperti tekanan politik berbalut militer.

Kekhawatiran terbesar justru datang dari kabar yang masih simpang siur: Presiden Venezuela Nicolas Maduro dikabarkan ditangkap oleh pasukan AS dalam operasi hari ini. Hingga berita ini diturunkan, keberadaan dan kondisinya belum dapat dipastikan. Kabar ini, jika benar, tentu akan mengubah peta konflik secara dramatis.

Reaksi internasional pun bergulir cepat. Sekutu-sekutu tradisional Caracas, seperti Iran dan Rusia, tak ketinggalan menyuarakan kecaman keras. Mereka menilai serangan AS sebagai pelanggaran kedaulatan yang tak bisa ditolerir. Di sisi lain, negara-negara tetangga di kawasan Amerika Latin, termasuk Kolombia dan Kuba, juga mengutuk aksi militer unilateral tersebut. Suasana dunia seketika kembali tegang.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar