Iran secara resmi melayangkan kecaman keras terhadap Amerika Serikat. Ini menyusul aksi militer AS yang menyerang Venezuela pada Sabtu (3/1/2026) dini hari waktu setempat. Serangan udara itu mengguncang Caracas dan beberapa wilayah lain.
Lewat sebuah pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri Iran tak ragu menyebut aksi Washington sebagai pelanggaran kedaulatan. "Kami mengutuk keras serangan militer Amerika terhadap Venezuela dan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan nasional dan integritas teritorial negara tersebut," begitu bunyi pernyataan mereka, seperti dilaporkan kantor berita AFP.
Di sisi lain, dari Washington, Presiden Donald Trump justru mengklaim keberhasilan. Melalui unggahan di Truth Social, platform media sosial miliknya, Trump menyatakan bahwa AS telah "berhasil melakukan serangan skala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya."
Tak hanya itu, Trump juga mengumumkan penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Situasi ini seolah mempertajam ketegangan yang sudah lama mengendap antara AS dan pemerintahan Maduro.
Artikel Terkait
Pemerintah dan Arab Saudi Pastikan Haji 2026 Aman dan Biaya Turun Rp2 Juta
Pemerintah Jamin Biaya Haji 2026 Tak Naik Meski Ada Dampak Konflik Timur Tengah
Pemerintah Alokasikan Rp1,77 Triliun APBN untuk Tanggung Kenaikan Biaya Haji Akibat Lonjakan Avtur
Presiden Prabowo Tegaskan Kunjungan Luar Negeri untuk Jamin Pasokan Minyak