AS Hantam Caracas, Venezuela Tuding Upaya Ganti Rezim

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 16:50 WIB
AS Hantam Caracas, Venezuela Tuding Upaya Ganti Rezim

Sabtu pagi (3/1/2026) di Caracas dipecahkan bukan oleh sinar matahari, melainkan oleh dentuman keras. Amerika Serikat, tanpa peringatan yang jelas, melancarkan serangan udara ke ibu kota Venezuela itu. Serangan itu juga menghantam sejumlah wilayah lain di negara tersebut.

Reaksi pemerintah Venezuela datang cepat dan penuh kemarahan. Dalam sebuah pernyataan resmi yang dikutip CBS News, mereka secara terbuka mengecam aksi AS tersebut.

"Kami mengecam agresi militer oleh pemerintah AS," bunyi pernyataan itu.

Menurut keterangan dari Caracas, serangan udara itu tak pandang bulu. Sasaran yang dihujani bom mencakup berbagai infrastruktur, baik yang bersifat sipil maupun militer. Wilayah yang terdampak parah, selain Caracas, adalah negara bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira. Intensitas serangan ini, bagi Venezuela, bukan sekadar operasi militer terbatas. Mereka menuding Washington punya agenda yang lebih gelap: upaya terang-terangan untuk menggulingkan pemerintahan yang sah, atau yang biasa disebut perubahan rezim.

"Seluruh negara harus bergerak untuk mengalahkan agresi imperialis ini," tegas pemerintah Venezuela dalam pernyataan lanjutannya.

Di sisi lain, dari seberang lautan, pejabat-pejabat AS membenarkan serangan itu. Konfirmasi diberikan kepada CBS News bahwa Presiden Donald Trump sendiri yang memberi perintah. Latar belakangnya sebenarnya sudah tercium sejak akhir tahun lalu, ketika armada laut AS mulai membentuk lingkaran ketat di perairan dekat Venezuela. Trump berargumen bahwa langkah ini diperlukan untuk memutus jaringan penyelundupan narkoba dan minyak yang kena sanksi internasional.

Namun begitu, ancaman Trump sebelumnya jauh lebih gamblang. Dia tak segan mengulur ancaman invasi darat jika Caracas tak menuruti kemauannya. Desakan agar Presiden Nicolas Maduro segera turun dari kursi kekuasaan juga terus digaungkan. Serangan udara Sabtu lalu itu, bagi banyak pengamat, seperti eskalasi logis dari ancaman-ancaman yang sudah menggantung itu. Situasinya kini memanas, dan dunia menunggu reaksi apa yang akan menyusul.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar