Endy lalu menambahkan detail yang perlu dicermati. Coba perhatikan fisik karetnya. Kalau sudah muncul pola retak-retak halus dan ujung karetnya nggak lagi tegak melainkan melengkung atau terlipat ke satu sisi itu sudah saatnya. Kondisi paling parah? Rangka besi "wiper"-nya sampai menyentuh dan menggesek kaca langsung. Bahaya banget.
Lalu, sebenarnya kapan waktu yang tepat untuk menggantinya? Endy bilang, nggak ada patokan bulanan yang pasti. Soalnya, usia pakai karet "wiper" sangat tergantung pada cara penyimpanan mobil dan kondisi lingkungan. Terik matahari dan debu bisa mempercepat kerusakan.
"Tapi secara umum, minimal setahun sekali itu wajib diganti. Biar aman," imbuhnya.
Merawatnya ternyata sederhana. Cukup rutin membersihkan bilah karet "wiper" dengan lap lembut dan air bersih. Nggak perlu cairan kimia khusus. Hal sepele ini bisa memperpanjang umur pakainya.
Kalau tanda-tanda kerusakan itu diabaikan? Risikonya nggak main-main. Baret halus akan mulai menghiasi kaca depan, mengurangi visibilitas semakin parah. Bukan cuma itu, komponen "wiper" lainnya juga bisa ikutan rusak. Pada akhirnya, mengorbankan kejelasan pandangan di kala hujan dan itu harga yang terlalu mahal untuk dibayar.
Artikel Terkait
Trump Ancam Kolombia dan Kuba Usai Venezuela Berhasil Ditaklukkan
BNI Kerahkan Alat Berat Bersihkan Sekolah Korban Banjir Aceh Utara
Flick Tak Puas, Barcelona Kirim Pesan Lewat Kemenangan yang Tak Sempurna
Pemerintah Tarik Rp75 Triliun dari Himbara untuk Genjot Belanja Akhir Tahun