Endy lalu menambahkan detail yang perlu dicermati. Coba perhatikan fisik karetnya. Kalau sudah muncul pola retak-retak halus dan ujung karetnya nggak lagi tegak melainkan melengkung atau terlipat ke satu sisi itu sudah saatnya. Kondisi paling parah? Rangka besi "wiper"-nya sampai menyentuh dan menggesek kaca langsung. Bahaya banget.
Lalu, sebenarnya kapan waktu yang tepat untuk menggantinya? Endy bilang, nggak ada patokan bulanan yang pasti. Soalnya, usia pakai karet "wiper" sangat tergantung pada cara penyimpanan mobil dan kondisi lingkungan. Terik matahari dan debu bisa mempercepat kerusakan.
"Tapi secara umum, minimal setahun sekali itu wajib diganti. Biar aman," imbuhnya.
Merawatnya ternyata sederhana. Cukup rutin membersihkan bilah karet "wiper" dengan lap lembut dan air bersih. Nggak perlu cairan kimia khusus. Hal sepele ini bisa memperpanjang umur pakainya.
Kalau tanda-tanda kerusakan itu diabaikan? Risikonya nggak main-main. Baret halus akan mulai menghiasi kaca depan, mengurangi visibilitas semakin parah. Bukan cuma itu, komponen "wiper" lainnya juga bisa ikutan rusak. Pada akhirnya, mengorbankan kejelasan pandangan di kala hujan dan itu harga yang terlalu mahal untuk dibayar.
Artikel Terkait
Razia Truk 2026: 26 Persen Kendaraan Barang Masih Langgar Aturan, Target Zero ODOL 2027 Terancam
Lebih dari 10,7 Juta Wajib Pajak Laporkan SPT Tahunan 2025
Harga Solar di Kamboja Melonjak 110% Akibat Konflik Timur Tengah
Pemerintah Saudi Perketat Pengawasan, Indonesia Ingatkan Waspada Modus Haji Ilegal