Rekor baru pecah di dunia perfilman nasional. Film "Agak Laen 2: Menyala Pantiku" resmi dinobatkan sebagai film Indonesia terlaris sepanjang masa. Ini bukan pencapaian kecil. Dalam waktu hanya 36 hari tayang, film garapan Muhadkly Acho itu berhasil menarik lebih dari 10,25 juta pasang mata untuk menonton.
Kabar gembira ini langsung dirayakan oleh rumah produksi Imajinari dan para pemainnya lewat unggahan di Instagram. Suasana sukacita terasa jelas dari postingan mereka.
"Alhamdulillah, Puji Tuhan, Pilem Agak Laen: Menyala Pantiku! telah resmi memecahkan rekor dan menjadi film Indonesia terlaris sepanjang masa, Pasukan!"
Begitu bunyi kutipan dari akun @imajinari.id yang beredar Jumat sore lalu. Rasa syukur dan terima kasih tak henti mereka sampaikan.
"Terima kasih sudah memberikan kesempatan AgakLaenMenyalaPantiku untuk menebarkan tawa, menjadi bagian dari sejarah perfilman Indonesia," tulis Imajinari. "Perjalanan dan pencapaian ini tentunya milik seluruh pasukan bermarga & tidak bermarga, yang kami harap bisa terus membawa kebahagiaan di hati kelen. Menyalaaa!"
Dengan capaian fantastis itu, "Agak Laen 2" kini menduduki puncak tangga lagu box office. Ia berhasil menggeser film "JUMBO" produksi Visinema Studios yang sebelumnya bertengger di posisi pertama dengan 10,2 juta penonton.
Sebenarnya, gelagat kesuksesan ini sudah terlihat sejak hari pertama. Antusiasme penonton terhadap kelanjutan petualangan empat komika Bene Dion, Boris Bokir, Indra Jegel, dan Oki Rengga benar-benar meledak. Bayangkan saja, pada tanggal 27 November, ratusan ribu orang langsung membanjiri bioskop. Hari pembukaannya saja mencatat angka luar biasa: lebih dari 250.000 tiket terjual. Lalu, cuma dalam tiga hari, film ini sudah menembus rekor 1 juta penonton. Luar biasa, bukan?
Kali ini, ceritanya mengambil arah yang berbeda. Bukan lagi tentang rumah hantu seperti di film pertama. Keempat sahabat itu kini berubah peran jadi detektif swasta yang dapat misi terakhir. Tugas mereka? Menyamar dan menyusup ke sebuah panti jompo untuk memburu seorang buronan berbahaya, yang diduga terlibat kasus pembunuhan anak wali kota.
Di bawah arahan sutradara Muhadkly Acho, film ini menjanjikan komedi segar, kejutan, dan tentu saja, pesan moral yang terselip di balik tawa. Selain andalan empat komika utama, kemeriahan cerita juga ditambah oleh kehadiran Tissa Biani, Awwe, Boah Sartika, dan Priska Baru Segu. Mereka memberi warna dan dinamika baru yang pasti bakal bikin kamu terus tertawa.
Jadi, sejarah baru telah ditorehkan. Dan semua berkat tawa yang berhasil disebarkan ke seluruh negeri.
Artikel Terkait
Pemerintah Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Goreng ke 33,2 Juta Penerima Jelang Ramadan 2026
Saint Kitts dan Nevis Datangkan Pelatih Baru, Tantangan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
Pesawat Hibah Garuda Diresmikan di Aceh untuk Simulasi Manasik Haji
Pendapatan Anthropic di India Melonjak Dua Kali Lipat dalam Empat Bulan