Wajar saja. Korea Selatan memang rumah bagi raksasa-raksasa chip dunia. Samsung Electronics, misalnya, adalah pemain utama di pasar memori global. Belum lagi SK hynix yang juga punya pengaruh besar. Keduanya seperti mesin pendorong utama di balik kesuksesan ekspor negara itu.
Di sisi lain, sektor andalan lain juga tak kalah perkasa. Ekspor mobil, misalnya, berhasil mencapai rekor baru senilai 72 miliar dolar AS. Padahal, industri otomotif Korsel sempat dihantui ancaman tarif dari Amerika Serikat. Tapi nyatanya, kinerjanya tetap kuat.
Bukan cuma barang-barang teknologi dan mobil. Gelombang demam budaya pop Korea atau Hallyu ternyata juga menyumbang rekor. Produk pertanian dan kosmetik asal Korsel laris manis di pasar global, berkat minat yang meluas terhadap K-Pop, drama, dan gaya hidupnya. Sektor-sektor ini pun ikut mencatat angka tertinggi sepanjang masa.
Meski begitu, ada sedikit catatan. Peningkatan ekspor terjadi hampir di semua negara tujuan, kecuali ke dua pasar raksasa: Amerika Serikat dan China. Ke dua negara ini, ekspor justru terkendala. Penyebabnya tak lain adalah beban tarif yang dikenakan pada produk baja, mobil, dan mesin asal Korea Selatan.
Jadi, secara keseluruhan, 2025 adalah tahun yang gemilang bagi perekonomian Negeri Ginseng. Mereka berhasil mencatatkan sejarah baru, dengan semikonduktor sebagai bintang utamanya.
Artikel Terkait
Agak Laen 2 Cetak Sejarah, Geser JUMBO Jadi Raja Box Office Indonesia
Nasi Teri Pojok Gejayan: Legenda Kuliner Malam yang Tak Pernah Sepi
Guntur Romli Dukung Langkah Hukum Demokrat Soal Tudingan ke SBY
Mulai 2026, Buang Sampah Sembarangan di Kuala Lumpur Bisa Kena Denda Rp 8,4 Juta Plus Kerja Sosial