Ekspor Korea Selatan benar-benar meledak di tahun 2025. Tak tanggung-tanggung, nilainya menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah. Pencapaian fantastis ini, seperti dilaporkan AFP awal Januari kemarin, tak lepas dari gila-gilaan permintaan chip semikonduktor global.
Data resmi dari Kementerian Perindustrian Korsel menyebutkan, total nilai ekspor tahun lalu mencapai angka yang fantastis: 700 miliar dolar AS. Kalau dirupiahkan, ya sekitar Rp11.700 triliun. Angka itu menunjukkan kenaikan hampir 4 persen dibanding tahun sebelumnya.
Nah, yang bikin mata terbelalak adalah kontribusi dari industri semikonduktor. Sektor ini saja menyumbang 173,4 miliar dolar AS, melonjak lebih dari 20 persen! Kementerian setempat menjelaskan, lonjakan ini dipicu permintaan yang sangat tinggi terhadap chip memori berkelas tinggi. Chip-cip itu, kata mereka, banyak dibutuhkan untuk pusat data yang menopang teknologi kecerdasan buatan.
"Chip memori berharga tinggi yang digunakan di pusat data kecerdasan buatan (AI) sangat diminati,"
jelas pernyataan resmi kementerian.
Wajar saja. Korea Selatan memang rumah bagi raksasa-raksasa chip dunia. Samsung Electronics, misalnya, adalah pemain utama di pasar memori global. Belum lagi SK hynix yang juga punya pengaruh besar. Keduanya seperti mesin pendorong utama di balik kesuksesan ekspor negara itu.
Di sisi lain, sektor andalan lain juga tak kalah perkasa. Ekspor mobil, misalnya, berhasil mencapai rekor baru senilai 72 miliar dolar AS. Padahal, industri otomotif Korsel sempat dihantui ancaman tarif dari Amerika Serikat. Tapi nyatanya, kinerjanya tetap kuat.
Bukan cuma barang-barang teknologi dan mobil. Gelombang demam budaya pop Korea atau Hallyu ternyata juga menyumbang rekor. Produk pertanian dan kosmetik asal Korsel laris manis di pasar global, berkat minat yang meluas terhadap K-Pop, drama, dan gaya hidupnya. Sektor-sektor ini pun ikut mencatat angka tertinggi sepanjang masa.
Meski begitu, ada sedikit catatan. Peningkatan ekspor terjadi hampir di semua negara tujuan, kecuali ke dua pasar raksasa: Amerika Serikat dan China. Ke dua negara ini, ekspor justru terkendala. Penyebabnya tak lain adalah beban tarif yang dikenakan pada produk baja, mobil, dan mesin asal Korea Selatan.
Jadi, secara keseluruhan, 2025 adalah tahun yang gemilang bagi perekonomian Negeri Ginseng. Mereka berhasil mencatatkan sejarah baru, dengan semikonduktor sebagai bintang utamanya.
Artikel Terkait
Pemerintah Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Goreng ke 33,2 Juta Penerima Jelang Ramadan 2026
Saint Kitts dan Nevis Datangkan Pelatih Baru, Tantangan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
Pesawat Hibah Garuda Diresmikan di Aceh untuk Simulasi Manasik Haji
Pendapatan Anthropic di India Melonjak Dua Kali Lipat dalam Empat Bulan