Nicolls sendiri telah mengonfirmasi strategi baru ini. Melalui sebuah unggahan di platform media sosial X, ia menjelaskan logika di balik keputusan tersebut.
"Menurunkan ketinggian satelit akan mempersempit orbit Starlink dan meningkatkan keselamatan ruang angkasa dalam beberapa hal," tulisnya.
Memang, kepadatan di orbit Bumi belakangan ini melonjak drastis. Perusahaan swasta dan negara-negara saling berkejaran meluncurkan puluhan ribu satelit baru. Tujuannya beragam, dari layanan internet global seperti yang dilakukan Starlink hingga komunikasi dan pemantauan Bumi.
SpaceX, yang dulu lebih dikenal dengan misi peluncuran roketnya, kini benar-benar menguasai langit. Lewat Starlink, mereka menyediakan internet broadband untuk konsumen rumahan, pemerintah, hingga korporasi besar. Dan kini, dengan memindahkan seluruh armada satelitnya lebih dekat ke Bumi, mereka berusaha memastikan operasi yang lebih aman untuk semua.
Artikel Terkait
Guntur Romli Dukung Langkah Hukum Demokrat Soal Tudingan ke SBY
Mulai 2026, Buang Sampah Sembarangan di Kuala Lumpur Bisa Kena Denda Rp 8,4 Juta Plus Kerja Sosial
Sisa Pesta Bisa Berakibat Fatal, Dokter Singapura Ingatkan Cara Simpan Makanan yang Benar
Ledakan Ekspor Korsel Tembus Rp11.700 Triliun, Semikonduktor Jadi Bintangnya