Nicolls sendiri telah mengonfirmasi strategi baru ini. Melalui sebuah unggahan di platform media sosial X, ia menjelaskan logika di balik keputusan tersebut.
"Menurunkan ketinggian satelit akan mempersempit orbit Starlink dan meningkatkan keselamatan ruang angkasa dalam beberapa hal," tulisnya.
Memang, kepadatan di orbit Bumi belakangan ini melonjak drastis. Perusahaan swasta dan negara-negara saling berkejaran meluncurkan puluhan ribu satelit baru. Tujuannya beragam, dari layanan internet global seperti yang dilakukan Starlink hingga komunikasi dan pemantauan Bumi.
SpaceX, yang dulu lebih dikenal dengan misi peluncuran roketnya, kini benar-benar menguasai langit. Lewat Starlink, mereka menyediakan internet broadband untuk konsumen rumahan, pemerintah, hingga korporasi besar. Dan kini, dengan memindahkan seluruh armada satelitnya lebih dekat ke Bumi, mereka berusaha memastikan operasi yang lebih aman untuk semua.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Segera Lantik Hakim MK dan Ombudsman Baru Pekan Ini
Indonesia Sambut Positif Gencatan Senjata Dua Pekan Iran-AS
Pemerintah Tegaskan Pemotongan Gaji Pejabat Masih Wacana, Belum Diputuskan
Bank Indonesia Siap Setor Sisa Surplus Rp40 Triliun ke Pemerintah