Bayi Patah Tulang Lahir di Pengungsian, Evakuasi Darurat Digelar Hingga Malam

- Jumat, 02 Januari 2026 | 16:54 WIB
Bayi Patah Tulang Lahir di Pengungsian, Evakuasi Darurat Digelar Hingga Malam

Dua minggu lalu, di sebuah pengungsian yang terletak di tengah perkebunan sawit Desa Rongoh, Aceh Tamiang, seorang ibu melahirkan anaknya. Situasinya serba terbatas. Ia harus berbagi ruang dengan sekitar 40 pengungsi lainnya. Yang kemudian membuat hati miris, bayi mungil itu ternyata mengalami patah tulang di bahunya saat proses kelahiran.

Kondisi itu akhirnya sampai ke telinga Tim Pakar Badan Komunikasi Pemerintah RI, Dr. Muhammad Hidayat, yang juga seorang relawan. Bersama tim dari Sekolah Relawan dan tenaga medis, mereka langsung bergerak. Laporan itu diterima, dan mereka pun segera menuju lokasi.

Setelah diperiksa, masalahnya ternyata lebih kompleks. Tak cuma sang bayi yang perlu penanganan serius, ibunya juga didapati memiliki kadar hemoglobin yang sangat rendah. Ia butuh transfusi darah secepatnya. Padahal, sebelumnya mereka sempat mendapat perawatan di rumah sakit.

Melihat keadaan itu, Hidayat tak menunggu lama. Ia segera mengkoordinasikan evakuasi.

“Proses evakuasi dilakukan sejak pagi hingga pukul 20.00 WIB. Semoga anak ini tumbuh menjadi pribadi yang kuat, tangguh, dan bermanfaat,”

kata Hidayat, Jumat (2/1), menceritakan perjalanan panjang yang ditempuh Rabu (31/12) lalu.

Sebelum ambulans dari Puskesmas Aceh Tamiang itu membawa mereka, Hidayat lebih dulu menelepon Rumah Sakit Adam Malik di Medan. Ia ingin memastikan semuanya siap. Dan respons dari Direktur RS, dr. Zainal, cukup melegakan; mereka akan memberikan atensi penuh.

Perjalanan pun dimulai. Ibu dan bayi itu akhirnya tiba di rumah sakit rujukan untuk mendapatkan perawatan yang maksimal.

“Bayi sudah aman dan nyaman sedang tidur. Terima kasih seluruh pihak yang sudah membantu,”

ucap Hidayat usai mengantar mereka. Rasa lelahnya seolah terbayar.

Di sisi lain, rasa syukur yang mendalam datang dari keluarga. Seorang perwakilan keluarga menyampaikan terima kasihnya lewat sebuah video.

“Saya mewakili keluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada para relawan dan pemerintah yang telah membawa kami dari Aceh hingga ke RS Adam Malik di Medan. Semoga bencana di Aceh segera membaik, dan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu,”

katanya. Sebuah harapan sederhana di tengah musibah yang mereka alami.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar