Penandatanganan itu sendiri mencakup beberapa dokumen sekaligus. Selain PSO untuk penumpang, juga ada perjanjian pengoperasian kapal rede, subsidi kapal ternak, dan layanan angkutan barang dengan tarif terjangkau. Untuk ketiga poin terakhir, tandatangannya berasal dari Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut Pelni, Kokok Susanto, bersama perwakilan dari Satker Pusat.
Kokok Susanto sendiri melihat ini dari sisi lain. Baginya, dukungan untuk kapal ternak dan barang ini punya dampak yang lebih luas, langsung menyentuh kehidupan sehari-hari.
"Ini bukan cuma soal angkutan penumpang," kata Kokok.
"Subsidi angkutan barang membantu menjaga stabilitas harga di wilayah 3TP. Sementara kapal ternak mendistribusikan hewan secara aman antar pulau, yang pada akhirnya ikut menjaga harga daging agar tidak melonjak."
Jadi, lewat penugasan dan subsidi triliunan rupiah ini, Pelni ditantang untuk menjaga konektivitas negeri kepulauan. Tantangannya nyata, mulai dari lautan hingga ke meja makan.
Artikel Terkait
Trump Tegaskan Pasukan AS Tak Akan Ditarik dari Dekat Iran Tanpa Kesepakatan Permanen
KAI Daop 1 Jakarta Peringatkan Masyarakat Soal Penipuan Rekrutmen Palsu di TikTok
Kemenperin Soroti Penurunan Produksi Kendaraan Niaga di Tengah Kebutuhan Logistik yang Meningkat
Kemenaker Diminta Efisiensi Anggaran Rp181,8 Miliar oleh Kemenkeu