Penandatanganan itu sendiri mencakup beberapa dokumen sekaligus. Selain PSO untuk penumpang, juga ada perjanjian pengoperasian kapal rede, subsidi kapal ternak, dan layanan angkutan barang dengan tarif terjangkau. Untuk ketiga poin terakhir, tandatangannya berasal dari Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut Pelni, Kokok Susanto, bersama perwakilan dari Satker Pusat.
Kokok Susanto sendiri melihat ini dari sisi lain. Baginya, dukungan untuk kapal ternak dan barang ini punya dampak yang lebih luas, langsung menyentuh kehidupan sehari-hari.
"Ini bukan cuma soal angkutan penumpang," kata Kokok.
"Subsidi angkutan barang membantu menjaga stabilitas harga di wilayah 3TP. Sementara kapal ternak mendistribusikan hewan secara aman antar pulau, yang pada akhirnya ikut menjaga harga daging agar tidak melonjak."
Jadi, lewat penugasan dan subsidi triliunan rupiah ini, Pelni ditantang untuk menjaga konektivitas negeri kepulauan. Tantangannya nyata, mulai dari lautan hingga ke meja makan.
Artikel Terkait
Hunian Sementara Berdiri Cepat di Aceh Tamiang, Dukung Korban Bencana
2026: Tahun Pesta Sepak Bola Wanita dari Asia hingga Panggung Dunia
Manufaktur Pacu Ekonomi Singapura Tumbuh 5,7% di Akhir 2025
Starlink Turunkan Ribuan Satelit Demi Hindari Tabrakan di Orbit