Wacana soal sistem pilkada kembali ramai diperbincangkan. Kali ini, kritik pedas datang dari Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, terhadap mekanisme pemilihan langsung yang selama ini berjalan.
Lewat akun X-nya pada Kamis lalu, Muhaimin tak ragu menyatakan pendirian partainya. PKB, katanya, justru mendukung pemilihan kepala daerah oleh DPRD. Gagasan ini sebenarnya bukan hal baru; sudah sempat menjadi undang-undang di era kepemimpinan Presiden SBY dulu.
Alasannya klasik tapi selalu relevan: biaya yang membengkak, kecurangan yang merajalela, dan netralitas aparat yang sering dipertanyakan. "Produk pilkada langsung tidak banyak menghasilkan kepala daerah yang kuat dan mandiri," tulisnya.
Namun begitu, usulan untuk mundur ke sistem lama itu tidak serta merta diterima semua pihak. Dari internal koalisi pemerintah sendiri muncul suara berbeda.
Benny K. Harman, anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat, mengakui bahwa pilkada langsung memang punya segudang masalah. Mulai dari ongkos politik yang tinggi, praktik politik uang, sampai cengkeraman oligarki. Ia tak membantah itu.
Artikel Terkait
Tripolar Golkar, Nasdem, dan Gerindra Kuasai Peta Politik Sulawesi Selatan
Prabowo Saksikan Penyerahan Rp11,4 Triliun dan Reklamasi Lahan ke Negara
Unhas dan KLHK Jalin Kerja Sama Hadapi Perubahan Iklim
Amnesty International: Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS Berpola dan Terencana