Kondisi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat perlahan mulai membaik. BNPB melaporkan, fokus penanganan bencana banjir dan longsor kini bergeser. Dari sekadar tanggap darurat, upaya kini mengarah pada fase pemulihan yang lebih panjang.
Hingga Kamis lalu, tepatnya tanggal 1 Januari 2026, sudah 23 kabupaten dan kota di tiga provinsi itu yang resmi memasuki status transisi darurat. Status ini menjadi pintu gerbang menuju tahap pemulihan total.
Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, mengonfirmasi angka tersebut.
Meski begitu, bukan berarti pekerjaan selesai. Masih ada tujuh daerah lain yang antre menunggu penetapan status serupa. Muhari berharap perpindahan status ini bisa berjalan lebih cepat lagi dalam hari-hari mendatang. Sebab, pergeseran status ini punya implikasi nyata di lapangan.
Selama fase tanggap darurat, semua energi difokuskan pada hal-hal mendesak. "Fokusnya pada aspek pencarian, pertolongan, distribusi logistik, dan pemulihan akses transportasi, komunikasi, serta energi," jelas Muhari.
Nah, untuk 23 daerah yang sudah masuk transisi darurat, pekerjaannya berubah. Tim gabungan tak lagi sekadar memberi bantuan darurat. Mereka mulai menata ulang yang rusak. Fokusnya bergeser ke perbaikan infrastruktur publik yang hancur, bahkan memulai pembangunan hunian sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Artikel Terkait
Touring 12 Hari, Komunitas Motor Listrik Buktikan Bukan Cuma Jago Kandang
70 Ribu Hektar Sawah Sumatera Terdampak Bencana, 11 Ribu Hektar Rusak Parah
Lumpur Banjir Aceh Tamiang Disorot Swasta, Prabowo Minta Dikeruk dan Diolah
Persib Larang Bobotoh Datang ke Kandang Persik Kediri