Kabarnya, sosok pelatih baru Timnas Indonesia akhirnya mulai jelas. PSSI dikabarkan akan segera meresmikan John Herdman, pelatih asal Inggris itu, sekitar pertengahan Januari 2026. Rumor ini makin panas karena ada wacana ambisius lain: memanggil pemain naturalisasi kelas dunia untuk memperkuat pertahanan Garuda. Targetnya jelas, lolos ke perempat final Piala Asia 2027.
Nama yang paling sering disebut? Pascal Struijk, bek tengah Leeds United. Pemain ini punya pengalaman lumayan di liga top Inggris, dan harganya fantastis sekitar 20 juta euro atau nyaris Rp400 miliar. Kalau jadi, kehadirannya bakal jadi pondasi utama bagi Herdman untuk membangun pertahanan yang solid.
Ngomong-ngomong soal Herdman, gajinya juga tak main-main. Media Kanada, Waking The Red, memberitakan PSSI siap membayar sekitar USD 40.000 atau Rp671 juta per bulan untuk jasanya. Angka itu tentu sebanding dengan target besar yang diletakkan di pundaknya: menjadikan Indonesia kekuatan yang disegani di Asia.
Selain Struijk, masih ada beberapa nama lain dalam pantauan. Misalnya Jenson Seelt dari VfL Wolfsburg dan Luke Vickery dari Macarthur FC. Tapi, Struijk tetap yang paling diincar. Latar belakang Herdman yang Inggris dan karier Struijk di Leeds United diharapkan bisa mempermudah komunikasi. Kedekatan kultur itu mungkin jadi kunci untuk meyakinkan sang pemain memakai jersey Merah Putih.
Lantas, kenapa peresmiannya baru Januari 2026? Ternyata, meski kontraknya dikabarkan sudah final, ada alasan personal di balik penundaan ini.
Menurut pengamat sepak bola nasional, Binder Singh, John Herdman saat ini masih sedang menikmati waktu liburan akhir tahun bersama keluarganya.
“Kawan saya kasih tahu saat ini dia (John Herdman) sedang berlibur bersama keluarganya. Dan beberapa hari setelah tahun baru dia akan ke Jakarta antara tanggal 5-7 Januari akan diperkenalkan kepada media,”
Ungkap Binder lewat kanal YouTube-nya.
Pengalaman Herdman membawa Kanada ke Piala Dunia 2022 diharapkan bisa memberi dampak instan. Bayangkan, kalau proyek naturalisasi Struijk benar-benar terwujud di bawah komandonya. Indonesia bukan cuma punya pelatih berpengalaman, tapi juga lini belakang yang mungkin jadi salah satu yang termahal dan paling ditakuti di Asia Tenggara bahkan Asia. Situasinya jadi makin menarik untuk ditunggu.
Artikel Terkait
Persib Hadapi Misi Mustahil Balikkan Kekalahan 0-3 dari Ratchaburi di GBLA
Sandy Walsh Ingatkan Buriram United Tak Berpuas Diri Usai Lolos ke 16 Besar AFC Champions League Elite
Tito Paparkan Progres Huntara Capai 50 Persen, Huntap Masih Perlu Percepatan
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus USD431,7 Miliar di Akhir 2025