Di sisi lain, Anya menekankan bahwa penjualan ini dijalankan dengan ketat. Intinya, jangan harap ada tambahan kuota dadakan. Begitu tiket untuk suatu pertunjukan habis terjual, ya sudah. Tidak ada lagi.
Transformasi Planetarium sendiri memang sedang berjalan. Kini, tempat itu menghadirkan konsep baru yang sarat teknologi, bahkan memanfaatkan kecerdasan buatan atau AI untuk menciptakan interaksi yang lebih edukatif dengan pengunjung. Revitalisasi TIM ini digadang-gadang sebagai upaya menciptakan ekosistem seni dan pengetahuan yang modern sekaligus terbuka.
"Upaya perbaikan sistem dan layanan akan terus kami lakukan," ujar Anya.
Harapannya jelas: Planetarium Jakarta bisa menjadi ruang edukasi dan rekreasi yang aman, nyaman, dan bisa dinikmati oleh siapa saja.
Artikel Terkait
Target Pajak 2025 Dipastikan Meleset, Menkeu Ungkap Penyebabnya
Korban Tewas Banjir-Longsor Sumatera Tembus 1.157 Jiwa, 165 Masih Hilang
BRI Pacu Transformasi, Sasarkan Take-Off pada 2026
PSSI Siap Resmikan John Herdman, Pacu Proyek Naturalisasi Pascal Struijk