Di sisi lain, Anya menekankan bahwa penjualan ini dijalankan dengan ketat. Intinya, jangan harap ada tambahan kuota dadakan. Begitu tiket untuk suatu pertunjukan habis terjual, ya sudah. Tidak ada lagi.
Transformasi Planetarium sendiri memang sedang berjalan. Kini, tempat itu menghadirkan konsep baru yang sarat teknologi, bahkan memanfaatkan kecerdasan buatan atau AI untuk menciptakan interaksi yang lebih edukatif dengan pengunjung. Revitalisasi TIM ini digadang-gadang sebagai upaya menciptakan ekosistem seni dan pengetahuan yang modern sekaligus terbuka.
"Upaya perbaikan sistem dan layanan akan terus kami lakukan," ujar Anya.
Harapannya jelas: Planetarium Jakarta bisa menjadi ruang edukasi dan rekreasi yang aman, nyaman, dan bisa dinikmati oleh siapa saja.
Artikel Terkait
Macron Tolak Opsi Militer di Selat Hormuz, Desak Negosiasi dengan Iran
Mendagri Tegaskan WFH Jumat Bukan Libur, ASN Wajib Aktifkan Pelacak Lokasi
368 Pendatang Baru Masuk Jakarta Timur Pascalebaran 2026
Kepatuhan LHKPN 2025 Capai 96,24%, Legislatif Masih Tertinggal