Muhari merinci, "Longsoran sebagian jalan putus itu 86 persen, longsoran tebing sudah selesai 96 persen."
Dia menambahkan, dari 360 titik longsoran yang tercatat, 335 titik atau 93 persennya telah beres dalam satu bulan. Untuk jembatan yang putus, semuanya sudah terhubung kembali walau beberapa masih dalam tahap perbaikan lebih lanjut. Dari 38 ruas jalan yang terdampak, 34 ruas atau 89,4 persennya dinyatakan selesai.
Selain soal akses, ada pekerjaan rumah lain yang sedang dikebut: pembersihan dan normalisasi sungai. Ini jadi kekhawatiran bersama, apalagi hujan masih sering mengguyur kawasan Aceh-Sumatera.
Masalahnya, alur sejumlah sungai berubah total pascabencana. Kapasitas tampungnya pun berubah. Sungai yang dulu mampu menahan hujan tanpa banjir, kini punya potensi meluap lebih mudah.
"Nah ini ada beberapa titik selain kita lakukan operasi modifikasi cuaca, normalisasi sungai ini sangat kita kebut dengan Kementerian PU dan TNI-Polri," jelas Muhari.
Tujuannya jelas: mengoptimalkan kembali daya tampung air di paru-paru drainase primer tersebut, sedikit demi sedikit.
Artikel Terkait
Mentan Siapkan Lima Strategi Mitigasi Hadapi Ancaman El Nino 2026
PMI Mesir Anjlok ke Level Terendah, Sektor Swasta Non-Migas Tertekan Akibat Perang
Polda Metro Jaya Selidiki Insiden Kejar-kejaran dan Senggolan Mobil di Tol Pelabuhan
Angin Kencang di Bandung Picu Penghentian Sementara Kereta Cepat Whoosh