Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman punya target ambisius. Pada 2026, produksi gula nasional harus menyentuh angka 3 juta ton. Target ini bukan sekadar angka, melainkan langkah konkret untuk memperkuat kemandirian pangan, khususnya swasembada gula putih.
“Dari produksi saat ini sekitar 2,68 juta ton, ditargetkan naik menjadi sekitar 3 juta ton pada 2026,” ujar Amran, Selasa (30/12/2025).
Ia menegaskan, dengan capaian itu, kebutuhan konsumsi gula putih dalam negeri sepenuhnya bisa dipenuhi dari hasil petani lokal. Impian lama, akhirnya terlihat di ujung mata.
Namun begitu, jalan menuju ke sana tentu tidak mudah. Kuncinya ada di lahan. Pemerintah berencana melakukan perluasan dan optimalisasi lahan tebu secara besar-besaran, mencapai 100 ribu hektare secara nasional. Yang menarik, sekitar 70 persen dari target itu, atau 70 ribu hektare, terkonsentrasi di Jawa Timur. Provinsi ini jelas jadi tulang punggung utama.
“Pemerintah menargetkan perluasan dan optimalisasi lahan tebu hingga 100 ribu hektare secara nasional, dengan sekitar 70 ribu hektare atau 70 persen berada di Jawa Timur,” katanya lagi.
Upaya kolosal ini tentu tak bisa dijalankan Kementan sendirian. Di lapangan, sinergi lintas kementerian, pemerintah daerah, hingga BUMN mutlak diperlukan. Bahkan, dukungan aparat penegak hukum disebutkan akan digalang untuk memastikan percepatan realisasi. Semua tangan harus terlibat.
Yang lebih mengejutkan, Menteri Amran bahkan sudah menyiapkan target jangka pendek yang sangat optimistis. Dia menyatakan Indonesia berpotensi menghentikan impor gula putih mulai tahun depan. Kuncinya? Akselerasi pengembangan tebu secara masif, dengan fokus utama tetap di Jawa Timur.
“Kalau Jawa Timur berhasil, nasional insya Allah tahun depan kita tidak akan impor gula putih,” tegasnya dengan penuh keyakinan.
Alasannya sederhana namun kuat: lebih dari separuh kebun tebu nasional memang bertumpu di sana. Jadi, sukses di Jawa Timur hampir pasti berarti sukses untuk seluruh negeri. Semua mata kini tertuju pada realisasi di lapangan.
Artikel Terkait
Pertumbuhan Energi Angin dan Surya Global Melambat, Pusat Pertumbuhan Bergeser ke Negara Berkembang
Bandara Pinang Kampai Dumai Kembali Beroperasi Setelah Direaktivasi
RMKE Mulai Buyback Saham Senilai Rp9,89 Miliar dari Program Rp200 Miliar
Stok Beras Bulog Diproyeksikan Capai 6 Juta Ton, Kapasitas Gudang Jadi Tantangan