Jangan Abai, Ban Cadangan Bisa Jadi Penyelamat di Tengah Perjalanan

- Selasa, 30 Desember 2025 | 15:24 WIB
Jangan Abai, Ban Cadangan Bisa Jadi Penyelamat di Tengah Perjalanan

Libur Natal dan Tahun Baru masih berlangsung, dan jalanan dipadati kendaraan pribadi. Dalam euforia mudik atau jalan-jalan, ada satu hal kecil yang sering terlupa: memeriksa ban cadangan. Iya, ban serep yang biasanya tersembunyi di bagasi atau kolong mobil itu. Padahal, kondisinya bisa menentukan nasib perjalanan kita saat darurat.

Menurut Ahmad Nuril, OE Sales Manager Bridgestone Tire Indonesia, persiapan untuk perjalanan jauh harus mencakup antisipasi hal-hal tak terduga. Fasilitas bantuan di jalan seringkali terbatas, apalagi di jalur-jalur sepi.

"Perawatan ban, termasuk ban cadangan, harus rutin. Khusus untuk perjalanan jauh, ini penting. Kalau tiba-tiba ban bocor, kita bisa langsung ganti dengan yang baru tanpa pusing," ujar Nuril.

Sayangnya, perawatan ban serep ini kerap diabaikan. Padahal, menurut Nuril, caranya sederhana saja. Kuncinya ada pada tekanan angin. Tekanan ban cadangan sebaiknya mengikuti rekomendasi pabrikan, atau bahkan lebih tinggi sedikit. Soalnya, ban ini bisa tertimbun dan tidak tersentuh bertahun-tahun.

"Karena bisa saja tidak dipakai dalam waktu lama, tekanan anginnya sengaja kita buat lebih banyak, kira-kira satu atau dua kali lipat dari ban yang terpasang," jelasnya.

Logikanya, dengan tekanan yang lebih penuh, ban cadangan benar-benar siap pakai saat dibutuhkan mendadak. Ini jauh lebih aman daripada memaksakan berkendara dengan ban kempis, yang risikonya besar banget untuk keselamatan.

Selain itu, Nuril menyarankan untuk memasukkan ban cadangan dalam program rotasi tentu jika ukurannya sama dengan ban utama.

"Untuk tekanan ban terpasang yang standarnya 34-40 psi, ban cadangannya bisa dibuat lebih tinggi. Kalau ukurannya sama, ia bisa ikut dirotasi setiap 8.000 hingga 10.000 km," terangnya.

Namun begitu, yang tak kalah penting adalah kebersihannya. Bayangkan saja, ban cadangan biasanya bersembunyi di tempat yang lembap dan kotor. Cipratan lumpur, air, dan debu bisa menempel dan mengeras menjadi kerak di permukaannya.

Nuril bilang, saat mobil dicuci, sempatkanlah membersihkan ban cadangan. Cukup dengan air mengalir untuk menghilangkan kotoran yang menempel. Tujuannya agar kotoran tidak mengeras dan merusak material ban.

Secara umum, pemeriksaan rutin setiap enam bulan sekali sangat dianjurkan. Bisa diselaraskan dengan jadwal servis kendaraan. Selain memastikan ia selalu siap siaga, langkah ini juga mencegah hal yang menyebalkan: ban cadangan yang macet dan sulit dilepas saat kita sedang panik di pinggir jalan.

"Sekarang kan banyak ban cadangan yang ukurannya lebih kecil (space-saver). Kalau yang seperti ini, rotasi tidak bisa dilakukan. Pemeriksaannya ya di waktu itu, setiap enam bulan sekali," pungkas Nuril.

Jadi, sebelum menempuh perjalanan jauh, luangkan waktu sebentar. Cek ban cadanganmu. Hal kecil ini bisa jadi penyelamat di saat yang tak terduga.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar