Gerbang tol utama di sekitar Jakarta mulai ramai lagi sejak Sabtu kemarin. Setelah perayaan Natal, gelombang arus balik mulai terasa. PT Jasa Marga mencatat, dalam dua hari saja tepatnya 27 dan 28 Desember 2025 tak kurang dari 168.614 kendaraan sudah kembali memasuki wilayah Jabotabek.
Angka kumulatif itu dihitung dari empat gerbang tol utama. Kalau dibandingin dengan kondisi lalu lintas normal yang cuma 145.778 kendaraan, peningkatannya cukup signifikan, yaitu sekitar 15,66 persen.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, memberikan konfirmasinya pada Minggu (28/12).
"Arus lalu lintas yang kembali ke wilayah Jabotabek terlihat mulai meningkat dengan total sebanyak 168.614 kendaraan," ujarnya.
Dari mana saja asal kendaraan itu? Ternyata, arus dari arah timur mendominasi. Rinciannya, 78.835 kendaraan atau hampir 47 persen datang dari jalur Trans Jawa dan Bandung. Sementara dari arah barat (Merak) ada 45.815 kendaraan, dan dari selatan (Puncak) menyumbang 43.964 kendaraan.
Nah, kalau kita lihat per gerbang, pergerakannya menarik. Di arah timur, Gerbang Tol Cikampek Utama dilewati 36.301 kendaraan naik 28,7% dari normal. Sedangkan GT Kalihurip dari arah Bandung lebih padat lagi, dengan 42.534 kendaraan atau lonjakan 32,05%.
Di sisi lain, arus dari Merak lewat GT Cikupa terhitung 45.815 kendaraan. Kenaikannya memang tipis, cuma 0,77 persen. Sementara dari arah Puncak via GT Ciawi, jumlahnya 43.964 kendaraan dengan kenaikan sekitar 10,19%.
Namun begitu, puncak arus balik diperkirakan belum terjadi. Rivan memprediksi hari Minggu ini akan jadi puncaknya.
“Angka tersebut diprediksi mengalami peningkatan pada periode H 3 Natal... dengan proyeksi jumlah kendaraan kembali ke Jabotabek mencapai 191.975 kendaraan,” jelas Rivan.
Itu artinya bakal ada kenaikan sekitar 7,16% dibanding lalu lintas normal di hari kerja. Jadi, kemacetan panjang masih harus diwaspadai hingga Senin pagi.
Perlu diingat, gelombang mudik juga tercatat cukup besar. Jasa Marga mencatat, dalam periode H-7 sampai H 2 Natal, ada 1,73 juta lebih kendaraan yang meninggalkan Jabotabek. Angka itu naik 14,49% dari kondisi biasa. Jadi, pergerakan pulang-perginya memang luar biasa tahun ini.
Semoga saja perjalanan semua lancar dan selamat sampai tujuan.
Artikel Terkait
Trenggono Balas Polemik Anggaran Kapal Ikan dengan Senyuman di Istana
Kementan Pastikan Pasokan Cabai di Jabar Aman Jelang Ramadan dan Lebaran
Gangguan KRL Rute Jakarta-Bogor Akibat Masalah Teknis di Segmen Cilebut
Indonesia Tegaskan Keikutsertaan di Board of Peace Bukan Normalisasi dengan Israel