Gubernur Jabar Gagas Mahasiswa Teknik Sipil Jadi Konsultan Pengawas Proyek, Dapat Honor Rp 300 Ribu Per Hari

- Rabu, 19 November 2025 | 16:12 WIB
Gubernur Jabar Gagas Mahasiswa Teknik Sipil Jadi Konsultan Pengawas Proyek, Dapat Honor Rp 300 Ribu Per Hari
Kebijakan Baru Gubernur Jabar: Libatkan Mahasiswa Teknik Sipil Sebagai Konsultan Pembangunan

Kebijakan Baru Gubernur Jabar: Libatkan Mahasiswa Teknik Sipil Sebagai Konsultan Pembangunan

Kebijakan Inovatif | Pembangunan Infrastruktur | Pendidikan Vokasi

Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat meluncurkan terobosan baru dalam pembangunan infrastruktur dengan melibatkan mahasiswa teknik sipil sebagai tenaga konsultan pengawas. Kebijakan yang diinisiasi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, ini bertujuan menciptakan sinergi antara dunia pendidikan dan pembangunan praktis.

Program ini akan memberikan honorium harian sebesar Rp 200.000 hingga Rp 300.000 kepada mahasiswa yang terlibat. "Lumayan untuk menambah uang saku kuliah sehingga beban orang tua menjadi lebih ringan," ujar Gubernur yang akrab disapa Kang Dedi.

Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Dedi Mulyadi usai menghadiri Economics & Business Forum 2025 di Gedung Sate, Rabu (19/11). Menurutnya, program ini telah dikoordinasikan dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

"Mereka (kontraktor) akan berhadapan dengan anak-anak yang kritis, yang tanpa kebutuhan mendesak, lebih pada idealisme. Ini akan menciptakan pengawasan yang lebih objektif dan berkualitas," tegas Dedi.

Implementasi program direncanakan akan dimulai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) teknis pada pekan depan. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan mekanisme pengawasan yang lebih transparan dan profesional dalam proyek-proyek infrastruktur di Jawa Barat.

Pendidikan Vokasi yang Aplikatif

Selain program untuk mahasiswa, Gubernur juga mendorong penerapan pembelajaran matematika yang lebih aplikatif di tingkat SMK. "Misalnya menghitung bangunan yang sedang dibangun di sekolahnya - panjang, lebar, jumlah semen, dan volume material yang diperlukan," jelas Dedi.

Kebijakan ganda ini dinilai sebagai upaya strategis untuk membangun ekosistem pembangunan yang terintegrasi, sekaligus mempersiapkan tenaga ahli konstruksi yang kompeten sejak dini.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar