Minggu siang di akhir Desember, Kawasan Kota Tua Jakarta kembali menunjukkan magnetnya. Suasana ramai sudah terasa sejak matahari tepat di atas kepala. Rupanya, destinasi klasik ini tetap jadi primadona untuk menghabiskan libur akhir tahun, menarik baik wisatawan lokal maupun yang dari luar negeri.
Di sekitar Museum Fatahillah, kerumunan orang terlihat sibuk dengan kameranya. Ada yang serius mengamati detail arsitektur bangunan kolonial, tak sedikit pula yang asyik berburu foto dengan latar belakang yang instagramable. Suasana hidup dan meriah begitu kental terasa.
Wati, seorang pengunjung asal Lampung, mengaku baru pertama kalinya menjejakkan kaki di sini. Dia diajak anak-anaknya yang sudah lebih dulu mengenal Kota Tua.
"Bagus, ya, ramai, meriah. Karena anak-anak bebas mau main atau apa, kayak main sepeda gitu,"
Katanya sambil tersenyum. Alasan memilih tempat ini sederhana: mudah diakses dan dekat. Waktu liburnya di Jakarta hanya dua hari, dan Kota Tua berhasil merebut hati. "Pengin balik lagi kalau nanti ke Jakarta," ujarnya.
Di sisi lain, antusiasme serupa datang dari Vita yang jauh-jauh dari Bogor. Bagi dia, liburan ke sini bukan cuma soal hiburan semata.
"Luar biasa, bisa menambah pengetahuan bagi anak-anak. Tadi kami sudah masuk ke museumnya, mengenal sejarah tentang Batavia juga,"
Vita bercerita. Kombinasi antara bersenang-senang dan belajar sejarah rupanya jadi nilai plus yang kuat.
Kalau dilihat sekilas, pilihan aktivitas di sini memang beragam. Anda bisa naik sepeda ontel keliling kompleks, menyaksikan pertunjukan wayang, atau sekadar duduk-duduk di pelataran sambil menikmati alunan musik dari pengamen jalanan. Namun begitu, sewa sepeda tampaknya masih jadi favorit yang tak tergantikan. Terutama bagi keluarga yang datang berombongan, bersepeda bersama jadi cara asyik mengeksplorasi setiap sudut kawasan bersejarah ini.
Dominasi pengunjung memang didominasi keluarga. Mereka memadati setiap sudut, menciptakan pemandangan yang riuh namun menyenangkan. Kota Tua, sekali lagi, membuktikan daya tariknya yang tak lekang oleh waktu sebagai tempat untuk membuat kenangan di penghujung tahun.
Artikel Terkait
Indonesia Tegaskan Keikutsertaan di Board of Peace Bukan Normalisasi dengan Israel
Tiga Ahli Dampingi Tim Hukum Roy Suryo di Polda Metro Terkait Kasus Ijazah
CBO Proyeksikan Utang AS Melonjak ke US$64 Triliun dalam Satu Dekade
Gubernur DKI Ambil Langkah Cegah Maraknya Penggadaian Kartu Jakarta Pintar