"Sinergi antara produktivitas kerja dan momentum belanja nasional ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi pariwisata dan perdagangan," tambah Widiyanti.
Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga angkat bicara. Pemerintah, jelasnya, terus mendorong geliat ekonomi dan semangat belanja masyarakat. Sebelum program ini, sudah ada beberapa inisiatif serupa seperti Harbolnas dan EPIC (Every Purchase is Cheap).
"Sampai akhir tahun kita targetkan sekitar Rp110 triliun dapat dibelanjakan," kata Airlangga.
Harapannya, program gabungan ini bisa menarik lebih banyak wisatawan, termasuk dari mancanegara. Airlangga menekankan bahwa belanja sudah jadi bagian penting dari pengalaman wisata.
“Wisata belanja menjadi salah satu atraksi yang menarik ketika wisatawan datang ke Indonesia. Beberapa negara penyumbang wisatawan terbesar seperti Malaysia, banyak yang berbelanja di factory outlet. Wisata belanja seperti inilah yang akan terus kita dorong sehingga quality tourism juga meningkat,” paparnya.
Jadi, suasana Nataru tahun depan tak hanya tentang liburan dan kumpul keluarga. Tapi juga tentang bekerja dari tempat yang fleksibel, lalu diselingi dengan berbelanja. Sebuah upaya untuk menyulap momen libur jadi pendorong ekonomi yang lebih nyata.
Artikel Terkait
Pertamina Bantah Isu Kenaikan Harga Pertamax Jadi Rp 17.850
Anggota Komisi I DPR Kecam Serangan Israel yang Tewaskan Prajurit TNI di Lebanon
Pembangunan Rusun di Bantaran Rel Senen Ditargetkan Mulai Mei 2026
Maarten Paes Raih Kiper Terbaik PSSI Awards 2026, Tekankan Pentingnya Kerja Kolektif