Nataru 2025: Pemerintah Dorong Work From Mall untuk Pacu Wisata Belanja

- Minggu, 28 Desember 2025 | 13:55 WIB
Nataru 2025: Pemerintah Dorong Work From Mall untuk Pacu Wisata Belanja

Momen libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026 bakal terasa berbeda. Pemerintah punya strategi baru untuk mendongkrak pariwisata sekaligus menjaga produktivitas. Caranya? Dengan mengembangkan kebijakan Work From Anywhere (WFA), yang kali ini diwujudkan lewat kampanye Work From Mall (WFM).

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyambut baik langkah ini. Menurutnya, WFA bisa jadi solusi cerdas.

"Kami mendukung penuh kebijakan WFA. Langkah ini merupakan solusi strategis untuk mengombinasikan suasana libur Natal dan Tahun Baru dengan tetap menjaga produktivitas kerja secara profesional," ujar Widiyanti dalam keterangan resminya, Minggu (28/12/2025).

Ia melihat, kebijakan ini akan mendorong pergerakan wisatawan domestik selama Nataru. Bayangkan saja, orang bisa bekerja dari mal, lalu sekalian berbelanja atau menikmati fasilitas hiburan. Praktis, bukan?

Nah, kampanye ini ternyata berjalan beriringan dengan program besar lainnya: “BINA Indonesia Great Sale 2025: Wisata Belanja di Indonesia”. Program belanja nasional ini menawarkan diskon yang cukup menggiurkan, mulai dari 20 sampai 80 persen. Programnya sendiri berlangsung cukup lama, dari 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.

Skalanya pun luar biasa. Ada 80 ribu gerai yang terlibat, berasal dari lebih dari 800 merek dan 400 pusat perbelanjaan yang tersebar di 24 provinsi. Buat turis asing, ada daya tarik tambahan berupa fasilitas pengembalian pajak atau tax refund sebesar 11 persen.

"Sinergi antara produktivitas kerja dan momentum belanja nasional ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi pariwisata dan perdagangan," tambah Widiyanti.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga angkat bicara. Pemerintah, jelasnya, terus mendorong geliat ekonomi dan semangat belanja masyarakat. Sebelum program ini, sudah ada beberapa inisiatif serupa seperti Harbolnas dan EPIC (Every Purchase is Cheap).

"Sampai akhir tahun kita targetkan sekitar Rp110 triliun dapat dibelanjakan," kata Airlangga.

Harapannya, program gabungan ini bisa menarik lebih banyak wisatawan, termasuk dari mancanegara. Airlangga menekankan bahwa belanja sudah jadi bagian penting dari pengalaman wisata.

“Wisata belanja menjadi salah satu atraksi yang menarik ketika wisatawan datang ke Indonesia. Beberapa negara penyumbang wisatawan terbesar seperti Malaysia, banyak yang berbelanja di factory outlet. Wisata belanja seperti inilah yang akan terus kita dorong sehingga quality tourism juga meningkat,” paparnya.

Jadi, suasana Nataru tahun depan tak hanya tentang liburan dan kumpul keluarga. Tapi juga tentang bekerja dari tempat yang fleksibel, lalu diselingi dengan berbelanja. Sebuah upaya untuk menyulap momen libur jadi pendorong ekonomi yang lebih nyata.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar