Data dari Kementerian PUPR menunjukkan, fokus pemulihan pascabencana memang dipusatkan pada perbaikan infrastruktur darat, terutama jalan dan jembatan. Ini langkah krusial.
BNPB sendiri menegaskan, membuka akses secepatnya adalah hal yang paling mendesak. Kenapa? Distribusi barang bantuan, alat berat, dan logistik lainnya sangat bergantung pada jalan yang lancar.
“Diharapkan arus orang, barang, alat berat, dan logistik dapat berjalan lancar sehingga proses pemulihan pada awal tahun dapat berlangsung lebih cepat dan signifikan,”
kata Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.
Dengan akses yang mulai pulih di penghujung tahun ini, harapannya jelas. Pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat Aceh di awal 2026 nanti bisa berjalan lebih cepat, lebih mulus. Setidaknya, fondasi untuk bangkit kembali sudah mulai diletakkan.
Artikel Terkait
Pegadaian dan SMBC Jepang Jalin Kerja Sama Pendanaan untuk Ultra Mikro dan UMKM
KainIndonesia.co Sulap Wastra Nusantara Jadi Fesyen Modern, Didukung LinkUMKM BRI
Kejati DKI Geledah Kantor KemenPU, Menteri Dody Buka Akses Penuh
Mediasi Kasus Pandji Pragiwaksono Berjalan Santai dan Sejuk di Polda Metro Jaya