Pengadilan Tinggi Malaysia akhirnya menjatuhkan vonis yang tegas. Najib Razak, mantan perdana menteri, harus mendekam di penjara selama 15 tahun. Ia terbukti bersalah menyalahgunakan kekuasaan dan melakukan pencucian uang dalam skandal dana 1MDB yang menggemparkan itu.
Tak hanya hukuman badan, denda yang harus ditanggungnya sungguh fantastis: 11,4 miliar ringgit. Pengadilan juga memerintahkan pemulihan aset senilai 2,08 miliar ringgit. Kalau dijumlah, angka itu mencapai 13,48 miliar ringgit atau sekitar Rp46 triliun. Bayangkan saja. Dan jika tak mampu membayar, ancamannya adalah tambahan masa tahanannya di balik jeruji.
Majelis hakim yang dipimpin Collin Lawrence Sequerah menemukan Najib bersalah atas empat dakwaan penyalahgunaan kekuasaan dan 21 dakwaan pencucian uang. Uang yang mengalir ke rekening pribadinya itu nilainya lebih dari USD700 juta, berasal dari dana sovereign wealth fund 1Malaysia Development Berhad.
“Terdakwa sama sekali bukan orang polos,” tegas Hakim Sequerah dalam amar putusannya.
Ia menambahkan, “Oleh karena itu, setiap upaya yang menggambarkan terdakwa sebagai sosok yang tidak tahu-menahu atas pelanggaran yang terjadi di sekitarnya tidak dapat diterima.”
Klaim pembelaan Najib pun runtuh satu per satu di persidangan. Pengadilan menolak mentah-mentah cerita bahwa dana miliaran itu adalah sumbangan politik dari Arab Saudi. Surat-surat pendukungnya ternyata palsu, dan bukti-bukti justru menunjukkan uang itu berasal langsung dari 1MDB. Argumen bahwa Najib cuma korban penipuan orang lain, dalam hal ini oleh Low Taek Jho, juga tidak diterima. Malah, kesaksian para saksi justru mengungkap hubungan yang erat antara keduanya.
Di sisi lain, tim pengacara Najib jelas tak terima. Mereka menyatakan akan mengajukan banding. Kuasa hukumnya, Mohamed Shafee Abdullah, dengan keras menyebut ada banyak kekeliruan dalam pertimbangan hukum majelis hakim.
Ini bukan hukuman pertama bagi Najib. Sejak 2020, ia sudah menjalani hukuman 12 tahun penjara untuk perkara 1MDB lainnya. Vonis terbaru ini memastikan masa tahanannya akan semakin panjang. Jatuhnya sang mantan perdana menteri menjadi simbol suram dari salah satu skandal korupsi terbesar di dunia skandal yang menyedot perhatian global dan memicu penyelidikan di banyak negara, termasuk Amerika Serikat.
Otoritas AS sendiri menyebut lebih dari USD4,5 miliar dana 1MDB digelapkan dan dicuci melalui berbagai negara. Sebuah drama keuangan yang mengubah peta politik Malaysia dan mencoreng reputasinya di mata dunia.
Artikel Terkait
Persija Jakarta Terancam Pindah Kandang ke JIS Jelang Laga Kontra PSM
Ibu Bogor Temani Anak Cuci Darah Ratusan Kali, BPJS PBI Jadi Penopang Harapan
Jasindo dan Perbanas Institute Luncurkan Program Literasi Asuransi untuk Mahasiswa
Herdman Perkuat Timnas, Lima Naturalisasi Eropa Jadi Prioritas