Malam puncak Miss Universe 2025 tinggal menghitung hari. Tanggal 21 November nanti, lebih dari seratus wanita dari berbagai penjuru dunia akan berebut mahkota yang prestisius itu. Tapi perjalanan menuju malam grand final ini ternyata tak semulus yang dibayangkan.
Karantina di Thailand justru diwarnai sederet kontroversi yang bikin publik ikut meradang. Penggemar pun dibuat cemas dan sedih menyaksikan berbagai insiden yang terjadi. Nah, berikut beberapa masalah yang sempat mengganggu kontes kecantikan bergengsi ini.
Insiden di Balik Layar: Mexico Walk Out
Baru beberapa hari karantina berjalan, kontroversi pertama sudah muncul. Di acara sashing ceremony tanggal 4 November, perwakilan Meksiko, Fatima Bosch, mendapat perlakuan tak menyenangkan dari Nawat Itsaragrisil, salah satu panitia penyelenggara asal Thailand.
"Kalau kamu nurutin perintah direktur nasionalmu, kamu itu bodoh," ujar Nawat dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial.
Persoalannya bermula ketika Fatima tidak mengikuti sesi pemotretan untuk sponsor. Mereka pun terlibat adu argumen yang memanas. Alih-alih meredakan situasi, Nawat malah menyuruhnya keluar ruangan.
Yang menarik, Miss Universe 2024, Victoria Kjær Theilvig, ikut meninggalkan ruangan sebagai bentuk solidaritas. Kejadian ini langsung jadi buah bibir di mana-mana.
Raúl Rocha Cantu, Presiden Miss Universe Organization (MUO), akhirnya turun tangan dan memberi peringatan keras kepada Nawat. Esok harinya, dalam acara penyambutan kontestan, Nawat tampak meminta maaf sambil tak kuasa menahan tangis.
Meski mendapat perlakuan kurang pantas, Fatima menunjukkan mental juara. Dia tetap bertahan dan melanjutkan kompetisi. Dan yang mengejutkan, di akhir cerita, dialah yang justru keluar sebagai pemenang Miss Universe 2025.
Sponsor Bermasalah: Kasino Daring
Tahun ini, sponsor acara juga jadi sumber masalah. Polisi Thailand mendadak menggerebek lokasi kontes setelah menemukan materi promosi dari PlayTime, sebuah kasino daring. Barang-barang bermerek tersebut pun disita pihak berwajib.
Nawat Itsaragrisil kemudian berkilah bahwa dirinya tidak terlibat langsung. Dia mengaku sudah memperingatkan MUO bahwa sponsorship semacam itu berpotensi melanggar hukum setempat.
Perseteruan Internal: MUO vs MUT
Di balik layar, hubungan antara Miss Universe Organization (MUO) dan Miss Universe Thailand (MUT) juga tidak harmonis. Kampanye Special Dinner & Talk Show yang diusung MUT dianggap tidak resmi oleh MUO. Alasannya, penggunaan merek Miss Universe harus dapat persetujuan dari organisasi induk.
MUT tak tinggal diam. Mereka membela diri dengan menyatakan bahwa kampanye tersebut merupakan bagian dari paket pemasaran tuan rumah yang sudah disepakati sebelumnya.
Akibat ketegangan ini, MUO membatasi peran Nawat Itsaragrisil dalam beberapa acara. Mereka bahkan mengirim tim eksekutif langsung ke Thailand untuk mengawasi operasional acara dari dekat.
Krisis Kesehatan: Finalis Keracunan Makanan
Seminggu setelah insiden Meksiko, masalah baru kembali muncul. Sebanyak sembilan finalis dilaporkan mengalami keracunan makanan selama karantina, termasuk perwakilan Indonesia, Sanly Liu.
Melalui Instagram Story pada Rabu (12/11), Sanly membagikan kabar tentang kondisinya.
"Di sini aku keracunan makanan cuma untungnya tim di sini gercep dan aku langsung cancel acara, dan istirahat waktu masih gejala awal. Gak maksain ikut acara jadinya gak sampai parah banget sakitnya," tulisnya.
Nasib lebih buruk dialami Miss Hungary, Kincső Dezsényi, yang harus dilarikan ke rumah sakit karena keracunan parah. Finalis lain yang mengalami gejala serupa berasal dari Guyana, Estonia, Honduras, Panama, Kroasia, Kolombia, dan Uruguay.
Menurut International Business Times, kejadian ini diduga terjadi usai para finalis makan malam di hotel tempat mereka menginap. Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari panitia.
Gelombang Pengunduran Diri
Tiga finalis memilih mundur dari kompetisi dengan alasan berbeda-beda. Miss Germany, Diana Fast, mengundurkan diri karena ingin fokus pada keluarga.
Sementara Miss Persia, Sahar Biniaz, memutuskan hengkang setelah direktur nasionalnya, Golshan Barazesh, ditahan saat berkunjung ke Iran. Dia meninggalkan ajang ini sebagai bentuk solidaritas.
Terakhir, Miss Iceland, Helena Hafþórsdóttir O’Connor, terpaksa mundur karena kondisi kesehatannya tidak memungkinkan untuk terus bertanding hingga malam puncak.
Kontroversi Identitas Miss Serbia
Perwakilan Serbia di kontes ini juga menuai kecurigaan. Banyak yang mempertanyakan asal-usulnya, terutama setelah diketahui bahwa dia adalah model asal Mongolia bernama Jelena Egorova.
Pihak Miss Universe Serbia langsung membantah keras keikutsertaannya.
"Pengingat baik bahwa Serbia tidak memiliki perwakilan di Miss Universe tahun ini. Orang yang membawa bendera Serbia bukanlah warga negara kami, tidak bisa berbahasa Serbia, dan membeli paspor Serbia pada tahun 2024," tulis mereka di Instagram resmi.
Meski mendapat tentangan, Jelena tetap bersikukuh mengikuti kompetisi tanpa memberikan tanggapan lebih lanjut.
Artikel Terkait
Ruben Onsu Buka Suara soal Hak Bertemu Anak yang Tak Berjalan Mulus Usai Cerai dengan Sarwendah
3 Gerakan Peregangan Sederhana Sebelum Bangun Tidur untuk Redakan Badan Pegal
Bus Shalawat Kembali Beroperasi Penuh di Makkah Setelah Sempat Tertunda 12 Jam
Ziva Magnolya Kejutkan Penonton Java Jazz 2026 dengan Lagu Legendaris ‘Spain’