Tahun 2025 jadi tahun yang cukup sibuk buat Timnas Wanita Indonesia. Mereka bolak-balik turun ke lapangan, menghadapi berbagai turnamen bergengsi. Mulai dari FIFA Matchday, Kualifikasi Piala Asia, Piala AFF, sampai akhirnya menutup tahun di ajang SEA Games.
Namun begitu, perjalanan panjang itu tak diiringi hasil yang menggembirakan. Garuda Pertiwi pulang dengan tangan kosong, tanpa satu pun trofi atau medali yang bisa dibanggakan. Performa tim pun fluktuatif, naik-turun, ditambah dengan situasi pelatih yang tak stabil berganti sampai tiga kali dalam setahun.
Kalau dirunut dari angka, dari 15 pertandingan yang dilakoni, cuma tiga kemenangan dan hasil imbang yang berhasil direngkuh. Sisanya? Sembilan laga berakhir dengan kekalahan. Ini dia catatan lengkap perjalanan mereka sepanjang 2025.
Membuka Tahun dengan Sinar Harapan
Di awal tahun, tepatnya Februari, semangat masih membara. Saat bertandang ke Arab Saudi, tim berhasil meraih kemenangan tipis 1-0. Gol tunggal Reva Octaviani di King Abdullah Sports City menjadi penentu.
Lalu di akhir Mei, mereka terbang ke Yordania untuk sebuah turnamen persiapan. Hasilnya? Dua laga, dua imbang. Pertama 1-1 melawan tuan rumah, lalu 0-0 lawan Bangladesh. Hasilnya mungkin tak spektakuler, tapi setidaknya tak ada yang kalah.
Mimpi Piala Asia yang Buyar di Depan Mata
Ini dia momen paling disayangkan. Kualifikasi Piala Asia Wanita 2026, yang digelar di kandang sendiri, justru berakhir pahit. Target utama adalah tiket ke Australia, tapi nyatanya hanya satu kemenangan yang didapat.
Menang 1-0 atas Kirgizstan sempat memberi angin segar. Tapi kemudian, kekalahan dari Pakistan dan Taiwan menggagalkan segalanya. Mimpi lolos pun pupus.
Konsekuensinya langsung dirasakan. Pelatih Satoru Mochizuki, yang memimpin sejak 2024, akhirnya dicopot. Posisinya dialihkan menjadi Penasihat Teknis.
Badai di Piala AFF
Setelah kegagalan di kualifikasi Piala Asia, turnamen regional Piala AFF jadi ajang pembuktian berikutnya. Sayangnya, hasilnya justru lebih menyakitkan. Di bawah kendali pelatih interim Joko Susilo, tim seperti kehilangan daya.
Mereka dihajar telak oleh Thailand dan Vietnam dengan skor yang sama, 0-7. Satu-satunya poin didapat dari hasil imbang 1-1 melawan Kamboja. Posisi juru kunci grup adalah kenyataan pahit yang harus ditelan.
Uji Coba di Kandang dengan Wajah Baru
Masuk November, suasana berubah lagi. Akira Higashiyama mengambil alih sebagai pelatih interim. Dua laga uji coba digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman.
Hasilnya beragam. Ada euforia kemenangan 2-1 atas Nepal, tapi diikuti kekalahan telak 0-5 dari Taiwan hanya tiga hari kemudian. Seolah menunjukkan, konsistensi masih jadi pekerjaan rumah yang besar.
Penutup yang Tak Sempurna di SEA Games
Setelah absen dua edisi, akhirnya Garuda Pertiwi kembali ke ajang SEA Games. Mereka tampil cukup meyakinkan di fase grup, lolos sebagai runner-up Grup A setelah mengalahkan Singapura 3-1, meski sebelumnya ditekuk Thailand.
Namun, jalan terhenti di semifinal setelah dikalahkan Vietnam. Peluang medali perunggu pun sirna di tangan Thailand lagi. Mereka pulang dengan kepala tertunduk, tanpa medali.
Begitulah tahun 2025 bagi Timnas Wanita Indonesia. Sebuah perjalanan panjang penuh lika-liku, kegagalan, dan pergantian pelatih. Tantangan ke depan jelas tidak mudah. Tapi, dalam setiap kekalahan, selalu ada pelajaran. Tinggal bagaimana tim ini bangkit dan memperbaiki semuanya di tahun-tahun mendatang.
Artikel Terkait
Pemerintah Fokuskan Infrastruktur untuk Dongkrak Pariwisata dan Sektor Hospitaliti
Polisi Telusuri Aksi Copet di Blok M yang Viral, Tunggu Laporan Korban
HIPMI Soroti Pentingnya Keseimbangan dalam Revisi UU Anti Monopoli
DKI Jakarta Percepat Pembangunan PLTSa untuk Atasi Krisis Sampah dan Polusi