Di Aceh Tamiang, akses air bersih masih jadi pergulatan sehari-hari bagi banyak warga. Menyadari kondisi itu, PT Pertamina (Persero) tak cuma mengirimkan pasokan air, tapi juga mulai membenahi sumber air dari akarnya. Mereka baru saja merampungkan pemulihan 12 sumur warga yang tersebar di beberapa titik di kabupaten tersebut.
Muhammad Baron, VP Corporate Communication Pertamina, menekankan bahwa ketersediaan air bersih adalah prioritas utama. Baginya, ini soal kebutuhan dasar yang tak bisa ditawar.
ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu lalu.
Upaya ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan pasca bencana. Selain mengirim air secara periodik, mereka fokus pada pemulihan sumber air dan perbaikan sanitasi di fasilitas kesehatan.
Nah, kolaborasi dengan Wanadri dan TNI ternyata membuahkan hasil. Hingga Jumat (26/12), dua belas sumur berhasil diaktifkan kembali. Lokasinya tersebar, mulai dari Desa Seumadam, Kejuruan Muda, Babo, Bandar Pusaka, hingga Kota Kualasimpang. Tak ketinggalan, satu sumur di posko Pertamina Peduli juga sudah berfungsi.
Di sisi lain, perbaikan sanitasi air juga digarap. Beberapa pusat layanan kesehatan seperti RSUD Aceh Tamiang dan sejumlah puskesmas kini mendapat perhatian khusus. Tujuannya jelas: mencegah munculnya masalah kesehatan baru akibat air yang tak layak.
Memang, Aceh Tamiang termasuk wilayah yang terdampak cukup parah. Persoalan air bersih di sini serius. Itulah mengapa, sejak awal Desember, Pertamina langsung bergerak mengirimkan bantuan dari Medan.
Artikel Terkait
Konflik Timur Tengah Paksa Industri Plastik Nasional Hitung Ulang Biaya Produksi
Industri Plastik Waspadai Rantai Pasok Membengkak Imbas Diversifikasi Bahan Baku
Mentan Siapkan Lima Strategi Mitigasi Hadapi Ancaman El Nino 2026
PMI Mesir Anjlok ke Level Terendah, Sektor Swasta Non-Migas Tertekan Akibat Perang