Cabai Rawit Meroket 31 Persen, Harga Bumbu Dapur Guncang Pasar Akhir Pekan

- Sabtu, 06 Desember 2025 | 11:55 WIB
Cabai Rawit Meroket 31 Persen, Harga Bumbu Dapur Guncang Pasar Akhir Pekan

Harga bahan pokok di akhir pekan ini, Sabtu (6/12/2025), tampaknya tak memberi angin segar bagi para ibu rumah tangga. Sebagian besar komoditas justru merangkak naik, bahkan ada yang melonjak cukup tajam. Data terkini dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia, yang dirilis sekitar pukul 8.30 pagi tadi, mencatat pergerakan yang cukup signifikan.

Yang paling menyita perhatian adalah kelompok bumbu dapur. Harga bawang merah, misalnya, tiba-tiba naik hampir 10 persen, sehingga menyentuh level Rp49.250 per kilogram. Bawang putih pun ikut-ikutan, meski kenaikannya lebih kecil, sekitar 1,4 persen menjadi Rp39.700 per kg.

Tapi itu belum seberapa. Cabai rawit merah benar-benar jadi bintang kenaikan hari ini. Harganya melesat luar biasa, naik lebih dari 31 persen! Sekarang, untuk mendapatkan satu kilogram cabai rawit merah, Anda harus merogoh kocek hingga Rp72.700. Cabai rawit hijau juga ikut panas, naik 14,15 persen ke angka Rp54.050 per kg.

Di sisi lain, ada sedikit kabar baik dari jenis cabai lainnya. Berbeda dengan saudaranya yang rawit, harga cabai merah besar justru turun 3,09 persen menjadi Rp58.100 per kg. Cabai merah keriting juga mengalami tren serupa, turun sekitar 3,31 persen ke level Rp62.900.

Kenaikan ternyata juga merata ke bahan pangan lain. Daging ayam ras segar naik tipis jadi Rp40.550 per kg. Demikian pula dengan daging sapi, baik kualitas I maupun II, harganya bertambah sedikit. Untuk beras, kenaikannya memang relatif stabil, tapi tetap terasa. Beras kualitas bawah I dan super II sama-sama naik di kisaran 0,3 persen.

Barang-barang pokok lain di rak sembako juga tak luput. Gula pasir lokal, minyak goreng curah, dan telur ayam semuanya mengalami kenaikan meski persentasenya kecil. Secara keseluruhan, suasana pasar pagi ini terasa lebih berat di kantong dibandingkan beberapa hari sebelumnya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler