Zilfa Aninda Zevanya sedang menjalani fase unik dalam karier olahraganya. Baginya, dunia sepak bola dan futsal bukanlah pilihan yang saling meniadakan. Ia justru membuktikan bahwa dua cabang olahraga itu bisa ditekuni secara bersamaan. Kuncinya, kata dia, cuma satu: pembagian waktu latihan yang seimbang dan cerdas.
Dalam seminggu, ada enam sesi latihan yang harus ia jalani. Jadwalnya dibagi rata; tiga untuk sepak bola, tiga lagi untuk futsal. Pola ini ia pegang teguh.
"Sebenarnya waktunya tuh harus dibagi. Kayak misalnya di sepak bola seminggu latihan tiga kali, di futsal juga tiga kali misalnya," ujar Zilfa.
Ia melanjutkan, "Nah itu harus pintar-pintar selang-selingin waktunya gitu. Biar dua-duanya juga dapet."
Bagi pemain asal Bandung itu, kuantitas latihan yang setara sangat krusial. Tujuannya agar sentuhan bolanya di lapangan besar tidak hilang, sementara skill futsalnya bisa terus berkembang. Ia tak mau mengorbankan salah satu.
Selama ini, nama Zilfa memang lebih dikenal di lapangan hijau. Prestasinya bersama Persib Putri cukup mentereng, bahkan sempat mengantarnya ke Timnas Wanita Indonesia pada 2024 lalu untuk FIFA Matchday di Arab Saudi. Namanya melambung berkat itu.
Namun begitu, akhir November lalu publik sedikit dikejutkan. Zilfa tiba-tiba muncul di event futsal Campus League. Yang mengejutkan, di turnamen futsal pertamanya itu ia langsung menyabet gelar Top Scorer sekaligus juara di regional Jakarta. Sebuah debut yang fantastis.
Kendati sukses di dunia futsal, Zilfa belum berniat meninggalkan sepak bola sepenuhnya. Ia masih punya komitmen yang kuat dengan si Kulit Bundar. Kiprahnya di Akademi Persib Putri akan terus berjalan.
"Kalau di sepak bola tuh tentu masih main. Zilfa juga ikut tim Akademi Persib Putri juga kalau di sepak bolanya," tegasnya.
Ia mengaku akan tetap aktif di kedua arena. "Jadi kalau misalnya di kampus, sama-sama masih aktif sih sepak bola sama futsalnya. Cuma Zilfa terakhir futsal itu 2019, jadi mungkin baru ikut lagi futsal sekarang. Tapi sepak bolanya masih jalan," pungkas sang atlet berusia 19 tahun itu. Masa depannya terbuka lebar, dengan dua kaki yang mantap menapaki dua jalur berbeda.
Artikel Terkait
Pemerintah Fokuskan Infrastruktur untuk Dongkrak Pariwisata dan Sektor Hospitaliti
Polisi Telusuri Aksi Copet di Blok M yang Viral, Tunggu Laporan Korban
HIPMI Soroti Pentingnya Keseimbangan dalam Revisi UU Anti Monopoli
DKI Jakarta Percepat Pembangunan PLTSa untuk Atasi Krisis Sampah dan Polusi