Jakarta bakal jadi pusat sebuah operasi verifikasi besar-besaran. Kementerian Sosial (Kemensos) baru saja mengikat kerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mengecek langsung kondisi 106.153 penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan. Mereka ini adalah peserta yang mengidap penyakit katastropik, dan namanya sempat hilang dari data. Tujuannya jelas: memastikan bantuan tepat sasaran, hanya untuk mereka yang benar-benar membutuhkan berdasarkan kondisi ekonomi riil di lapangan.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengonfirmasi rencana ini usai rapat di Kantor Kemensos, Selasa (10/2/2026).
“Kami menyampaikan rencana kami untuk melakukan ground check terhadap 106.000 orang tersebut, dan tadi kami menyepakati bahwa ground check akan dilakukan pada awal Maret, di minggu pertama dan minggu kedua Maret. Kemudian nanti ada libur Lebaran dan kira-kira akhir Maret ini akan selesai dilakukan," ujarnya.
Nah, yang menarik, meski verifikasi lapangan baru dimulai Maret, status kepesertaan mereka tak serta-merta mati. Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa 106 ribu peserta tersebut sudah diaktifkan kembali secara otomatis untuk tiga bulan ke depan. Langkah darurat ini diambil agar layanan kesehatan bagi pasien penyakit berat seperti jantung, ginjal, atau kanker tidak terputus di tengah jalan.
Artikel Terkait
Studi UI: Krisis Selat Hormuz 2026 Berdampak Asimetris pada BUMN, Ada yang Tertekan Ada yang Diuntungkan
Anggota DPRD Palembang Dukung Pembatasan Akun Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria di Final FIFA Series 2026 di GBK
TNI AU Gelar Bakti Sosial, Berikan Kaki Palsu Gratis di Yogyakarta