Kesiapan Layanan Penyeberangan ASDP untuk Arus Mudik 2025
PT ASDP Indonesia Ferry memastikan kesiapan penuh layanan penyeberangan untuk menghadapi puncak arus mudik. Heru Widodo, Direktur Utama ASDP, menyatakan bahwa seluruh aspek operasional, mulai dari kesiapan armada kapal, fasilitas pelabuhan, hingga sistem digitalisasi, telah terintegrasi secara optimal. Pengaturan jadwal operasional kapal sendiri sepenuhnya berada di bawah kewenangan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) sebagai regulator.
Heru Widodo menegaskan komitmen ASDP untuk mendukung kebijakan KSOP. Koordinasi yang intensif dan kolaborasi dengan seluruh mitra operator diutamakan untuk menciptakan layanan penyeberangan yang aman, tertib, dan efisien bagi para pengguna jasa.
Pengaturan Kapal di Lintasan Merak-Bakauheni
Pada lintasan penyeberangan tersibuk, Merak-Bakauheni, telah disiapkan 67 unit kapal yang siap beroperasi. Dalam kondisi normal, 28 kapal akan melayani penyeberangan, dan jumlah ini dapat ditingkatkan hingga 33 unit saat puncak arus mudik tiba. Penerapan pola operasi yang dinamis ini bertujuan untuk mengendalikan waktu tunggu dan menjaga kelancaran pergerakan kendaraan di area pelabuhan.
Windy Andale, Corporate Secretary ASDP, menegaskan bahwa semua langkah operasional ini diambil setelah melalui koordinasi dan telah mendapatkan persetujuan dari KSOP. Kebijakan yang diterapkan berfokus pada percepatan waktu di pelabuhan, penambahan jumlah trip kapal, dan menjaga stabilitas layanan secara keseluruhan.
Kapasitas Pelabuhan Merak dan Bakauheni
Untuk menunjang kelancaran, Pelabuhan Merak yang memiliki luas 24,6 hektare dilengkapi dengan tujuh dermaga aktif. Kapasitasnya mampu menampung hampir 5.000 kendaraan campuran dan melayani hingga 40.000 kendaraan kecil setiap harinya.
Sementara itu, Pelabuhan Bakauheni di sisi Selat Sunda memiliki luas yang lebih besar, yaitu 79,25 hektare. Pelabuhan ini dapat menampung sekitar 7.000 kendaraan kecil dan melayani lebih dari 30.000 kendaraan kecil per hari.
Antisipasi Puncak Arus Mudik dan Sistem POCC
Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada tanggal 21-23 dan 28-29 Desember 2025. Sementara arus balik diprediksi terjadi pada 1-2 Januari 2026. Untuk memantau dan mengkoordinasikan operasi secara real-time, ASDP mengoperasikan Port Operation Command Center (POCC).
POCC menghubungkan ASDP dengan KSOP, TNI, Polri, BMKG, dan berbagai instansi terkait lainnya. Guna mengurai potensi antrean kendaraan yang panjang, sistem delaying area juga telah disiapkan di beberapa titik penyangga di sekitar Pelabuhan Merak dan Bakauheni.
Tiket Penyeberangan Wajib Dibeli Secara Online
Guna mendukung kelancaran perjalanan, ASDP mewajibkan calon penumpang untuk membeli tiket penyeberangan secara online melalui aplikasi Ferizy. Kebijakan ini berarti tidak lagi tersedia penjualan tiket secara langsung di lokasi pelabuhan.
Aplikasi Ferizy telah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, dengan pengguna yang mencapai 3,23 juta akun per Agustus 2025, atau mengalami kenaikan 24,7 persen dari tahun sebelumnya. Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat memesan tiket hingga 60 hari sebelum jadwal keberangkatan.
Tiket digital yang telah dibeli akan dikirimkan via email atau WhatsApp. Berbagai metode pembayaran juga disediakan, termasuk transfer virtual account, pembayaran di gerai ritel, dan dompet digital.
Dengan membeli tiket secara online sejak dini, pengguna jasa dapat menghindari antrean panjang di pelabuhan. ASDP mengimbau masyarakat untuk mengisi data identitas diri dengan lengkap dan benar saat memesan tiket guna menciptakan pengalaman penyeberangan yang lancar, aman, dan nyaman.
Artikel Terkait
Prancis Buka Penyidikan Pembunuhan atas Aktivis Kanan Tewas dalam Kerusuhan Lyon
BPKN Desak Produsen Tarik Galon Plastik Tua yang Berpotensi Bahaya
Masjid Besar Taqwa Lampoih Saka Siap Sambut Ramadan dengan Persiapan Menyeluruh
Lalu Lintas di Tol Layang MBZ Melonjak 55,6% Jelang Imlek 2026