Wamen LHK Imbau Warga Hindari Air Sungai Jaletreng yang Memutih Diduga Tercemar Pestisida

- Rabu, 11 Februari 2026 | 05:40 WIB
Wamen LHK Imbau Warga Hindari Air Sungai Jaletreng yang Memutih Diduga Tercemar Pestisida

Air Sungai Jaletreng di Tangerang Selatan mendadak berubah warna. Putih pekat. Viral di media sosial, video aliran sungai yang tak lagi bening itu memicu kekhawatiran warga. Rupanya, perubahan drastis ini diduga kuat akibat kebakaran yang melalap sebuah gudang pabrik pestisida di kawasan Setu.

Merespons kejadian ini, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono langsung angkat bicara. Dia secara khusus mengimbau masyarakat untuk ekstra hati-hati.

"Sebaiknya masyarakat, sudah pasti, sebisa mungkin jangan menggunakan air sungai tersebut dahulu,"

tegas Diaz saat berbincang dengan awak media, Rabu (11/2/2026). Imbauan itu dia sampaikan tegas, mengingat potensi bahaya dari bahan kimia yang mungkin larut.

Menurutnya, Kementerian Lingkungan Hidup sudah bergerak cepat. Laporan soal pencemaran itu langsung ditindaklanjuti. Sejak Senin (9/2), tim dari Kedeputian Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan sudah turun ke lokasi untuk memeriksa keadaan.

"Kita sudah ambil sampel dari sungai, dan akan dibawa ke Pusat Sarana Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusarpedal) untuk dites baku mutu-nya," jelas Diaz. Tujuannya jelas: mengukur tingkat kerusakan. "Agar kita tahu sejauh apa pencemaran yang terjadi. Sebahaya apakah pencemaran ini," tambahnya.

Tak cuma sampel air dan limbah yang diambil. Tim penegakan hukum juga dikerahkan untuk mendalami kasus ini lebih jauh. Semua bukti sedang dikumpulkan dan dipelajari. Pertanyaan besarnya: apakah pencemaran ini murni dari bahan pestisida atau ada sumber lain dari lokasi kejadian?

Sebelumnya, keterangan dari pihak kepolisian sudah mengonfirmasi kaitan antara kebakaran dan sungai yang memutih. AKP Dhady Arsya membenarkan bahwa kejadian itu adalah efek dari kebakaran di kawasan pergudangan Taman Tekno.

"Betul. Akibat dari kebakaran di pergudangan Taman Tekno,"

kata Dhady, Senin lalu. Sekarang, semua mata tertuju pada hasil uji lab dari Pusarpedal untuk menentukan langkah-langkah pemulihan berikutnya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar