Hi!Pontianak - Lapak durian Buah Khatulistiwa atau yang akrab disapa Buah BK, akhirnya buka lagi. Mereka pindah lokasi, sekarang nongkrong di Jalan Gusti Hamzah No. 18, Pontianak. Tepatnya, mereka mangkal di area parkir yang jadi rumah bagi RM Padang Pusaka Minang dan Gara-Gara.
Edy Hartono, sang pemilik sekaligus penggiat durian, bilang kalau Buah BK khusus jual durian lokal asli Kalbar. Jenisnya, ya itu, Balai Karangan sama Jemongko. Harganya? Bervariasi banget, mulai dari Rp 25 ribu sampai yang Rp 80 ribu per buah.
"Durian kita itu lokal Jemongko dan Balai Karangan. Tapi khusus di Buah BK, kita pilih yang benar-benar bagus kualitasnya," tegas Edy.
"Yang kurang baik, kami nggak ambil. Prinsipnya, kualitas di atas segalanya."
Menurut Edy, stok harian mereka bisa mencapai 1000 hingga 1200 buah. Jumlah yang nggak sedikit, tapi tetap dijaga ketat mutunya. Buah-buah itu didapat langsung dari petani di Desa Jemongko dan sekitar Balai Karangan yang sudah jadi mitra tetap. Edy mengaku sudah 20 tahun lebih, tepatnya sejak 2007, ia jelajahi daerah-daerah penghasil durian. Dari sana, ia tahu persis mana lokasi yang buahnya paling istimewa.
"Mitra petani Buah BK ada lebih dari 30 orang. Mereka support ke saya, rata-rata 30 sampai 50 buah per orang. Nah, dari situ kita kumpulkan dan sortir," ujarnya memberi gambaran. "Kurang lebih 32 petani lah yang rutin suplai."
Di sisi lain, Yenna Wiguna, yang juga owner Buah BK, mau konsumen merasa aman. Ia menawarkan garansi tukar. Jadi, kalau beli durian ternyata mentah atau ketemu ulat di dalamnya, pembeli bisa langsung komplain.
"Kami jamin. Kalau ada yang mentah atau berulat, silakan ditukar. Datang saja ke Jalan Pansacila, ke Bazar Durian Buah Khatulistiwa kami," jelas Yenna.
"Biasanya kami buka dari jam 3 sore, kalau jalanan lancar sih."
Buah BK juga melayani pesanan online. Buat yang malas keluar rumah atau lagi sibuk, tinggal hubungi admin mereka. Nanti, pesanan akan diantarkan langsung ke rumah oleh driver ojek online. Praktis, kan?
Artikel Terkait
Jasa Marga Luncurkan Travoy, Aplikasi Asisten Pribadi Pengguna Tol dengan Data Real-Time
Direktur Dana Syariah Indonesia Janji Kembalikan 100 Persen Dana Lender di Hadapan Penyidik
Menkumham Soroti Royalti YouTube RI Cuma 0,7 Dolar, Jauh di Bawah Singapura
Menkumham Tegaskan Royalti Musik Hanya untuk Pelaku Usaha Komersial