Namun begitu, di balik angka triliunan yang berhasil diselamatkan itu, ada rasa was-was. Presiden menyebut nilai itu belum seberapa. Masih jauh dari potensi kerugian sesungguhnya yang mungkin diderita negara.
"Yang saya katakan baru ujungnya. Sesungguhnya kalau kita pelajari, kerugian kita sangat-sangat besar," paparnya dengan nada serius.
Menurutnya, kalau diteliti lebih dalam, angka denda yang harusnya dibayar bisa membengkak luar biasa. "Kalau tidak salah, mungkin dendanya ratusan triliun harus dibayar," tambahnya.
Di sisi lain, dalam sambutannya itu, Prabowo kembali menegaskan satu hal: kebocoran kekayaan negara harus dihentikan. Tidak boleh terus-terusan terjadi. Pemerintah, lewat satgas dan seluruh jajarannya, bertekad melanjutkan perjuangan ini tanpa lelah.
"Kita kerja terus, kita kerja terus untuk rakyat, dan rakyat merasa dan melihat apa yang kita kerjakan," tandasnya penuh keyakinan.
"Kita akan selamatkan kekayaan negara dengan tidak ada keragu-raguan."
Artikel Terkait
ASN Tangerang Selatan Laporkan Atasan ke Polisi Diduga Aniaya Terkait Utang
Pemerintah Pastikan Sekolah Tetap Tatap Muka Penuh Meski Ada Kebijakan Penghematan Energi
Herdman Soroti Minim Kreativitas, Nantikan Miliano dan Marselino
Puspom TNI Ajukan Permintaan Resmi untuk Periksa Andrie Yunus di Bawah LPSK