JAKARTA - Bencana banjir dan longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatra meninggalkan luka yang dalam. Dari data yang berhasil dihimpun, Aceh tercatat sebagai wilayah yang paling parah terkena dampaknya. Kerusakan di sana terlihat nyata, dengan puluhan ribu rumah hancur.
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Saddam Al Jihad, memberikan gambaran yang suram. Dalam sebuah program siaran televisi, Selasa (23/12/2025), ia memaparkan skalanya.
Angka itu sendiri sudah bicara banyak. Tapi, indikator lainnya semakin menguatkan. Tak kurang dari 18 kabupaten dan kota di Serambi Mekah itu porak-poranda diterjang air dan tanah. Bandingkan dengan dua provinsi lainnya, kerusakan di Aceh memang luar biasa.
Hal ini kemudian tercermin dalam dokumen resmi pemerintah. Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) yang diterbitkan BNPB mengalokasikan dana yang sangat besar untuk pemulihan Aceh. Dari total anggaran Rp51,80 triliun untuk tiga provinsi, hampir setengahnya tepatnya Rp25 triliun ditujukan untuk Aceh.
Saddam pun menegaskan komitmen itu.
Artikel Terkait
Korlantas Terapkan Sistem One-Way Lokal di Ruas Tol Semarang-Solo untuk Antisipasi Kemacetan
Ledakan Guncang Kilang Valero di Port Arthur, Tidak Ada Korban Jiwa
Kemenhub Imbau Pemudik Tunda Perjalanan Balik Hindari Puncak 24 Maret
Gelombang Arus Balik Lebaran 2026 Mulai Padati Stasiun di Jakarta