Pada hakikatnya, melukat adalah upacara pembersihan pikiran dan jiwa dalam tradisi Hindu. Sudah dilakukan turun-temurun hingga sekarang. Ritualnya sendiri mencakup rangkaian doa, pemberkatan dari pemuka agama, dan tentu saja, pembasuhan dengan air suci. Tempatnya bisa di pura atau di spot-spot alam seperti air terjun yang sudah disucikan.
Mungkin itu jawabannya. Di era serba cepat ini, stres dan rasa jenuh ibarat penyakit yang menjangkiti banyak orang. Manusia modern terus mencari celah untuk bisa bernapas lega, menemukan lagi ketenangan yang hilang.
"Itu kenapa melukat jadi tren healing dan wisata spiritual," terang Olie.
Lihat saja media sosial. Foto-foto selebritas atau influencer berbalut kain putih, berdiri khidmat di bawah pancuran air, bertebaran di mana-mana. Narasi yang menyertainya pun beragam: ada yang bilang "menemukan kedamaian," ada yang merasa bisa "melepaskan trauma," atau bahkan bertekad untuk "memulai hidup baru." Semuanya menggambarkan satu hal: keinginan untuk menjadi lebih ringan, lebih bersih, setelahnya.
Artikel Terkait
One Way Nasional Diperpanjang Lagi hingga KM 459 Tol Semarang-Solo
Jasa Marga Tutup Sementara Rest Area KM 52B Arah Jakarta Antisipasi Arus Balik
Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Capai 285 Ribu Kendaraan di Tol Trans Jawa
Arus Balik Lebaran Padat, Rest Area di Tol Cipali Dikelola dengan Sistem Buka-Tutup