Persiapan teknis juga ditekankan. Sigit meminta agar rekayasa lalu lintas disiapkan. Jadi, kalau jalur utama terputus karena bencana, sudah ada alternatif lain yang bisa dilalui. Evakuasi juga harus dipetakan dengan matang.
“Kalau itu berdampak kepada masyarakat yang harus dilakukan SAR, dilakukan evakuasi tentunya peralatannya juga harus siap dan kemudian harus dibawa ke titik mana tempat pengungsiannya tempat evakuasinya semuanya juga harus dipersiapkan,” jelasnya lebih lanjut.
Mantan Kabareskrim ini punya harapan besar. Dia berharap semua persiapan yang sudah dirancang sedemikian rupa ini bisa berjalan mulus. Intinya, pelayanan keamanan dan keselamatan selama Nataru harus tetap optimal, meski cuaca diperkirakan tak bersahabat.
“Harapan kita tentunya di tengah situasi ancaman terkait dengan potensi curah hujan tinggi yang bisa berdampak kepada banjir, longsor, dan sebagainya, pelayanan Nataru tetap bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” tandas Sigit menutup pernyataannya.
Artikel Terkait
Arus Balik Lebaran: Ratusan Mobil Berplat B Antre di Pelabuhan Bakauheni
Arus Balik Lebaran Mulai Padati Tol Cipali, Sistem Satu Arah Diberlakukan
Keluarga Ungkap Anggi, Cucu Mpok Nori, Alami Tiga Kali Keguguran Sebelum Tewas
ASDP Catat Lonjakan Penumpang Hingga 5,4% di Arus Mudik Lebaran 2026