Di tengah dinamika ekonomi global yang terus bergerak, Rupiah ternyata menunjukkan ketahanan yang cukup baik pekan ini. Bank Indonesia melaporkan, pada periode 15 hingga 19 Desember 2025, nilai tukar kita bergerak relatif stabil. Hal ini seiring dengan kondisi pasar keuangan dunia yang juga mulai menemukan titik keseimbangannya.
Fakta di lapangan cukup menarik. Pada penutupan perdagangan Kamis (18/12/2025), Rupiah bertahan di level Rp16.710 per dolar AS. Tidak hanya itu, sentimen positif juga terlihat dari imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun yang turun ke 6,14 persen. Ini jelas sinyal bagus.
Memasuki Jumat pagi, kondisi stabil itu berlanjut. Rupiah dibuka di posisi yang sama, Rp16.710. Bahkan, yield SBN 10 tahun turun lagi tipis ke 6,12 persen. Angka-angka ini, setidaknya, mencerminkan satu hal: kepercayaan investor terhadap pasar domestik masih terjaga dengan baik.
Di sisi lain, ada indikator risiko yang juga membaik. Premi Credit Default Swap (CDS) Indonesia untuk tenor 5 tahun tercatat turun menjadi 69,80 basis poin per 18 Desember. Sepekan sebelumnya, posisinya masih 71,22 bps. Penurunan ini bukan angka main-main; ia mengisyaratkan bahwa persepsi risiko terhadap Indonesia di mata internasional semakin membaik.
Lalu, bagaimana dengan aliran modalnya?
Artikel Terkait
Arus Balik Lebaran: Ratusan Mobil Berplat B Antre di Pelabuhan Bakauheni
Arus Balik Lebaran Mulai Padati Tol Cipali, Sistem Satu Arah Diberlakukan
Keluarga Ungkap Anggi, Cucu Mpok Nori, Alami Tiga Kali Keguguran Sebelum Tewas
ASDP Catat Lonjakan Penumpang Hingga 5,4% di Arus Mudik Lebaran 2026