Komitmen itu diterjemahkan dalam aturan yang cukup ketat. Misalnya, jumlah pasukan AS di Eropa dilarang turun di bawah 76.000 personel untuk periode lebih dari 45 hari. Aturan serupa juga mencegah penarikan peralatan militer utama dari Benua Biru. Intinya, AS mau memastikan kehadirannya di Eropa tetap solid.
Perhatian khusus juga diberikan kepada negara-negara di garis depan NATO, seperti kawasan Baltik yang kerap merasa terancam. Mereka akan mendapat tambahan sumber daya untuk memperkuat pertahanan.
Di luar Eropa, kebijakan ini punya implikasi global. Ukraina, yang masih berjuang menghadapi tekanan, dijamin mendapat bantuan keamanan senilai 400 juta dolar AS. Sementara di Asia, ada pembatasan ketat untuk mengurangi jumlah pasukan AS yang ditempatkan di Korea Selatan. Langkah ini jelas dimaksudkan untuk menjaga stabilitas di semenanjung Korea yang selalu memanas.
Jadi, dengan satu tandatangan, Trump bukan cuma menggelontorkan anggaran raksasa. Ia juga mengukuhkan posisi Amerika di panggung dunia untuk tahun-tahun mendatang.
Artikel Terkait
Ivan Kolev Kritik Maraknya Naturalisasi di Timnas Indonesia
Prabowo Tegaskan Perjanjian Dagang dengan AS Tak Korbankan Kepentingan Nasional
Prabowo Andalkan Program Padat Karya untuk Pacu Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Prabowo Tegaskan Tak Akan Korbankan Kepentingan Nasional dalam Perjanjian Dagang dengan AS