Bali Tetap Jadi Magnet, Bandara Ngurah Rai Layani 22 Juta Penumpang

- Senin, 15 Desember 2025 | 11:18 WIB
Bali Tetap Jadi Magnet, Bandara Ngurah Rai Layani 22 Juta Penumpang

Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali masih ramai. Sepanjang Januari hingga November 2025, gerbang utama pariwisata Indonesia itu tercatat telah melayani lebih dari 22 juta penumpang. Tepatnya, 22,1 juta.

Menurut Ahmad Syaugi Shahab, General Manager bandara tersebut, angka ini menunjukkan tren positif. "Pelayanan kepada 22.118.214 penumpang pada periode itu mengalami peningkatan 1 persen," jelasnya.

Ia membandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya, yang 'hanya' mencatat 21,8 juta pergerakan penumpang.

Kalau dirinci, komposisinya menarik. Dari total tadi, penumpang internasional mendominasi dengan porsi 63 persen atau sekitar 13,4 juta orang. Sementara, penumpang domestik menyumbang 8,1 juta.

Lalu, bagaimana dengan performa per bulannya? Ambil contoh November 2025. Dalam satu bulan itu saja, bandara mendata 1,78 juta penumpang yang terbang. Rinciannya, 685 ribu penumpang domestik dan sekitar 1,1 juta penumpang internasional.

Tak cuma penumpang, pergerakan pesawat juga padat. Selama November, tercatat ada 11.369 penerbangan yang datang dan pergi. Rute internasional sedikit lebih sibuk dengan 6.273 pergerakan, dibanding rute domestik yang 5.096 pergerakan.

Nah, dari sekian banyak rute, ada beberapa yang paling diminati. Untuk domestik, rute ke Jakarta (CGK) jelas yang teratas dengan 340.687 penumpang. Posisi berikutnya diisi Surabaya (93.594) dan Makassar (44.132).

Dari Singapura hingga Perth

Di sisi lain, untuk penerbangan internasional, tiga besar rute tersibuk diduduki Singapura. Rute ini melayani 172.040 penumpang. Setelah itu ada Kuala Lumpur dengan 128.796 penumpang, dan Perth di Australia dengan 88.118 penumpang.

Data kunjungan Warga Negara Asing (WNA) ke Bali pada November punya cerita serupa. Australia masih menjadi juaranya dengan 124.548 orang. Peringkat kedua ditempati India (44.179 orang), disusul China di posisi ketiga dengan 35.918 orang.

Ahmad punya analisis terkait hal ini. "Jumlah tersebut kami yakini juga dipengaruhi dengan bertambahnya konektivitas baru," ujarnya.

Ia menyebut contohnya: rute Newcastle dari Australia, Mumbai dari India, dan Sichuan dari China. Koneksi langsung baru itu rupanya mendongkrak angka.

Ke depan, harapannya tentu makin banyak lagi rute baru yang terhubung langsung ke Bali. Peningkatan konektivitas ini diyakini akan terus menggerakkan ekonomi pulau dewata.

Dengan capaian hampir setahun itu, fokus kini beralih. Pengelola bandara sudah bersiap mengantisipasi lonjakan penumpang selama musim liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

"Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami akan menggelar posko Natal dan Tahun Baru di Desember ini," pungkas Ahmad. Langkah ini, katanya, sebagai bentuk komitmen untuk layanan prima kepada seluruh pengguna jasa.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar