"Ya, misalnya kalau dia tergenang, kalau dia rusak, kita sudah siapkan. Tinggal menunggu masa mitigasi bencana ini selesai," tegasnya.
Selain fokus pada bangunan bersejarah, upaya bantuan juga menyentuh warga. Kemenbud disebut telah menyalurkan bantuan logistik seperti makanan dan pakaian. Bahkan, terkumpul dana sekitar Rp1,5 miliar yang langsung diberikan kepada korban.
Namun begitu, tugas jangka panjang justru baru dimulai. Rehabilitasi cagar budaya menjadi prioritas berikutnya. Fadli menegaskan bahwa pemulihan tidak hanya untuk benda mati, tetapi juga untuk para pelaku budaya dan juru pelihara yang kehilangan mata pencaharian.
"Tahap selanjutnya untuk rehabilitasi tentu terkait tupoksi dari Kementerian Kebudayaan adalah cagar budaya dan museum itu yang terkena dampak, termasuk pelaku-pelaku budaya dan juga juru pelihara kita," pungkasnya.
Jadi, selamatkan nyawa dulu. Lalu, giliran menyelamatkan sejarah.
Artikel Terkait
Trump Pilih Kevin Warsh untuk Pimpin The Fed, Akhir dari Perburuan Berbulan-bulan
Siaga 3 Katulampa Picu Aksi Antisipasi Banjir di Ibu Kota
Layang-Layang hingga Biawak: Tantangan Tak Terduga di Balik Ketepatan Waktu Kereta Cepat Whoosh
Trump Umumkan Pilihan Ketua Fed Pagi Ini, Siapa yang Akan Gantikan Powell?