“Kemudian juga sudah kita koordinasikan untuk disiapkan lokasi-lokasi bilamana masyarakat memang secara kondisi tidak memungkinkan kembali ke tempat tinggalnya yang lama, dan berkenan untuk dilakukan relokasi,” ucap Prasetyo.
Menurutnya, koordinasi antar kementerian dan lembaga terkait sudah berjalan. Mereka tak bekerja sendiri. Dari 52 kabupaten dan kota yang terdampak, timnya telah memetakan aset-aset tanah yang bisa dipakai. Baik itu tanah negara maupun tanah dengan pengelolaan tertentu.
“Pemerintah, kami sudah berkoordinasi. Jadi dari 52 kabupaten/kota yang terdampak, sudah kita inventarisir tanah-tanah negara maupun tanah-tanah yang saat ini pengelolaannya diserahkan kepada pihak-pihak tertentu, untuk nantinya juga akan dialokasikan sebagai titik-titik relokasi dari saudara-saudara kita yang kemarin terdampak,” paparnya.
Jadi, intinya jelas. Pemerintah berjanji tak akan berhenti pada bantuan darurat. Mereka mengaku sudah memandang ke depan, menyiapkan peta jalan untuk membangun kembali kehidupan warga yang terdampak. Waktunya? Dihitung per bulan, bukan tahun.
Artikel Terkait
MG S5 EV Resmi Diperkenalkan, Spesifikasi Lengkap Tunggu IIMS 2026
Stok Pangan Jelang Ramadan Dipastikan Aman, Pemerintah Genjot Intervensi Harga
Shinta Kamdani Soroti Jalan Pintas UMKM Naik Kelas: Masuk Rantai Pasok Korporasi
Ketika AI Mencipta, Apakah Jiwa Seni Kita Tergerus?