Sementara itu, di lapangan, Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, langsung turun tangan. Ia blusukan ke sekolah dan rumah sakit tempat korban dirawat. Menurut Sony, penanganan korban diprioritaskan untuk berjalan secepat mungkin. Koordinasi dengan berbagai pihak digenjot.
"Saya sudah berada di lokasi untuk memastikan semua penanganan berjalan cepat. Kami berkoordinasi dengan pihak sekolah, kepolisian, dan fasilitas kesehatan agar semua korban mendapat penanganan maksimal," jelasnya.
Soal biaya? Sony menegaskan BGN akan menanggung semuanya. Sebagai bentuk tanggung jawab, para korban juga ditempatkan di kelas perawatan terbaik.
"Biaya perawatan seluruh korban ditanggung oleh kami (BGN), dan mereka ditempatkan di Klas 1 (RSUD) semua," tegas Sony.
Insiden ini tentu meninggalkan pilu. Di satu sisi, ada program pemerintah yang mulia. Di sisi lain, sebuah kecelakaan yang memilukan terjadi justru dari kendaraan program itu sendiri. Semua kini menunggu proses hukum dan evaluasi menyeluruh agar keamanan anak-anak benar-benar jadi yang utama.
Artikel Terkait
Shinta Kamdani Soroti Jalan Pintas UMKM Naik Kelas: Masuk Rantai Pasok Korporasi
Ketika AI Mencipta, Apakah Jiwa Seni Kita Tergerus?
Harga Tembaga dan Emas Melonjak, Pemerintah Tetapkan Patokan Ekspor Baru
Antrean Ribuan Pelamar, Sektor Informal Melonjak: Apindo Soroti Bom Waktu Ketenagakerjaan