Hubungan Saudi dan Qatar memang sedang hangat-hangatnya. Buktinya, kedua negara Teluk itu baru saja sepakat untuk proyek infrastruktur raksasa: sebuah kereta cepat yang akan menyambungkan Riyadh dan Doha.
Perjanjian resminya diteken langsung oleh pucuk pimpinan kedua negara. Saat Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani berkunjung ke Riyadh, ia dan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS) yang menyaksikan penandatanganan kesepakatan bersejarah ini.
Rencananya, kereta ini bakal meluncur dengan kecepatan di atas 300 kilometer per jam. Bayangkan, perjalanan antar ibu kota yang biasanya ditempuh pesawat dalam 90 menit, nantinya bisa dilakukan via rel dalam waktu sekitar dua jam saja. Cukup cepat, bukan?
Rutenya tak hanya sekadar titik A ke titik B. Dari Bandara Internasional Raja Salman di Riyadh, kereta akan melintasi kota-kota penting seperti Al-Hofuf dan Dammam di wilayah timur Saudi, sebelum akhirnya tujuannya berakhir di Bandara Internasional Hamad, Doha.
Di sisi lain, dampak ekonominya diproyeksikan sangat signifikan. Proyek yang ditargetkan selesai dalam enam tahun ke depan ini diklaim mampu mengangkut hingga 10 juta penumpang setiap tahunnya. Tak cuma itu, sekitar 30.000 lapangan kerja baru juga diharapkan tercipta untuk warga kedua negara.
Ini jelas sebuah lompatan besar. Kalau kita ingat-ingat, beberapa tahun lalu hubungan kedua negara ini sempat sangat renggang, bahkan berseteru. Kini, kerja sama ambisius di bidang transportasi ini menandai babak baru yang jauh lebih erat dan produktif.
Artikel Terkait
Menaker Terbitkan Aturan Baru, Hanya Enam Bidang Pekerjaan yang Boleh Gunakan Sistem Outsourcing
Kementerian Perdagangan Siap Sesuaikan HET Minyakita, Harga di Pasaran Tembus Rp19.000 per Liter
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Ditargetkan Rampung Sebelum HUT Jakarta 2026
Konflik Timur Tengah Ancam Investasi Raksasa AI Senilai Rp10.800 Triliun