Serangan udara oleh Angkatan Udara Kerajaan Thailand disebut-sebut tak hanya menghantam target militer. Menurut laporan Khmer Times, bom-bom dari jet F-16 itu juga mengenai bangunan sipil sekolah, rumah sakit, bahkan pagoda Buddha ikut menjadi korban. Kerusakan yang terjadi cukup parah.
Di sisi lain, militer Thailand membantah keras tuduhan menyerang warga sipil. Mereka bersikukuh bahwa serangan udara dilakukan dengan presisi tinggi. “Kami hanya menargetkan pangkalan militer Kamboja yang digunakan sebagai basis untuk menyerang wilayah kami,” begitu klaim mereka. Tapi, laporan dari tanah dan tangisan korban seolah bercerita lain.
Saat ini, pasukan Thailand dikabarkan sedang bersiap untuk maju lebih dalam. Dua desa lain di Distrik O'Chrov, yaitu Boeng Trakuon dan Chork Chey, menjadi tujuan berikutnya.
Menyikapi hal ini, tentara Kamboja tentu tidak tinggal diam. Mereka memberikan perlawanan sengit. Upaya perlindungan terhadap warga sipil yang masih tersisa dan pertahanan kedaulatan wilayah menjadi prioritas utama mereka di tengah situasi yang semakin kacau ini.
Artikel Terkait
BRI Pacu Program Rumah Subsidi, Salurkan Rp16 Triliun untuk Lebih dari 118 Ribu Debitur
Purbaya Guncang Kemenkeu: 36 Pejabat Baru Diharap Dorong Indonesia Naik Kelas
Imlek dan Ramadan Berpadu, Lapangan Banteng Jadi Panggung Kerukunan 2026
KPK Serahkan Keputusan Pemeriksaan Jokowi ke Penyidik