Dalam sebuah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar, PT Bank OCBC NISP Tbk akhirnya mendapat lampu hijau dari para pemegang saham. Persetujuan itu mencakup dua hal utama: perubahan anggaran dasar perusahaan dan pergantian susunan dewan komisaris.
Perubahan anggaran dasar itu sendiri bukan tanpa alasan. Langkah ini diambil untuk menyesuaikan diri dengan aturan baru, yaitu POJK No.30 Tahun 2024 tentang Konglomerasi Keuangan. Jadi, ini lebih ke soal kepatuhan regulasi.
Di sisi lain, ada juga pergeseran di jajaran pimpinan. Helen Wong memutuskan mengundurkan diri dari posisi Komisaris, efektif mulai akhir tahun nanti, tepatnya 31 Desember 2025. Untuk mengisi kekosongan itu, dewan kemudian mengangkat dua nama baru: Tan Teck Long dan Noel Gerald DCruz. Pengangkatan mereka sudah dapat rekomendasi dari Komite Remunerasi dan Nominasi, tapi masih perlu persetujuan OJK. Mereka diharapkan bisa bertahan hingga Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tahun 2028 nanti.
Menurut pihak perusahaan, semua penyesuaian ini adalah bagian dari strategi besar. Tujuannya jelas, memperkokoh struktur organisasi dan memastikan operasional bisa berjalan lancar dalam ekosistem konglomerasi keuangan yang makin kompleks.
"Langkah ini juga diharapkan dapat memberikan fondasi yang lebih solid untuk pertumbuhan jangka panjang bagi Perseroan," ujar Presiden Direktur OCBC, Parwati Surjaudaja.
Dia terlihat optimis. "Dengan disetujuinya Perseroan untuk menjadi Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan, kami meyakini bahwa langkah-langkah ini akan memperkuat kapabilitas Perseroan dalam menyediakan solusi yang semakin terintegrasi dan semakin relevan, untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang terus berkembang," tambah Parwati.
Sebenarnya, persiapan untuk transformasi ini sudah dimulai. Catat saja, pada akhir September 2025 lalu, OJK sudah memberi persetujuan prinsip, menunjuk OCBC NISP sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK) untuk grup OCBC. Dengan status baru ini, bank tersebut akan bertindak sebagai induk bagi beberapa entitas keuangan lain dalam kelompoknya.
Beberapa anak perusahaannya antara lain PT OCBC Sekuritas Indonesia, PT Great Eastern General Insurance Indonesia, PT Great Eastern Life Indonesia, dan PT OCBC NISP Ventura. Jadi, strukturnya bakal lebih terpusat.
"Kami percaya bahwa perjalanan transformasi ini akan membawa Perseroan menuju struktur yang semakin kuat dan adaptif," tutur Parwati menutup pembicaraan.
"Dengan dukungan dari para pemegang saham, regulator, dan seluruh pemangku kepentingan, kami berkomitmen untuk terus melangkah maju guna memberikan kontribusi positif dalam industri jasa keuangan di Indonesia."
Artikel Terkait
Analis Beri Rekomendasi Beli Saham Unilever Indonesia, Target Harga Rp2.000
Pemborosan Rp12 Triliun Per Tahun Terungkap, Program Makan Bergizi Gratis Disebut Alami Jual-Beli Titik Dapur
Ekonom Sebut Kelemahan Pemerintahan Prabowo Ada pada Komunikasi Kebijakan, Respons Publik Dinilai Lambat
Pemprov Jakarta Padamkan Lampu di Sejumlah Kawasan Selama Satu Jam Peringati Hari Lingkungan Hidup