Di hadapan para peserta International Conference on Indonesian Islam di UINSA Surabaya, Rabu lalu, Menteri Agama Nasaruddin Umar berbicara tentang sebuah fenomena menarik. Dunia Islam, khususnya di Indonesia, sedang mengalami pergeseran yang cukup signifikan.
Dulu, narasinya selalu sama: orang Indonesia yang berbondong-bondong belajar Islam ke Timur Tengah. Tapi sekarang? Keadaannya sudah berbalik. Perkembangan keilmuan Islam di tanah air begitu pesat, sampai-sampai negara-negara Arab pun mulai melirik Indonesia sebagai bahan studi.
"Buku-buku Arab dulu yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Kata Pak Sekjen (Kemenag) itu, 'Sekarang harus dibalik.' Justru buku-buku yang berbahasa Indonesia tentang Islam itu harus diterjemahkan ke dalam bahasa Arab," ucap Imam Besar Masjid Istiqlal ini.
"Orang-orang Timur Tengah, orang Arab itu harus belajar Islam di Indonesia. Apakah itu ekonomi Islam, apakah itu demokrasi, apakah itu politik, apa itu ekonomi modern dan seterusnya, mereka itu minta supaya ke Indonesia," lanjutnya.
Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Indonesia, dengan seperlima populasi Muslim dunia, memang punya posisi strategis. Bayangkan, jumlah pemeluk Islam di sini terbesar di seluruh dunia. Yang lebih mengesankan, negara ini tetap stabil meski diterpa berbagai gejolak.
Di sisi lain, problem toleransi beragama yang kerap menghantui negara mayoritas Muslim, menurut Nasaruddin, di Indonesia justru bisa ditangani dengan baik.
"Kemudian juga masalah toleransi beragama ini sudah selesai. Insyaallah kita enggak ada isu," kata Nasaruddin.
Dengan segala potensi dan kekuatan itu, wajar saja kalau Indonesia kini merasa percaya diri. Bahkan, sudah saatnya kita yang mengekspos perkembangan Islam ke kancah internasional.
Rencananya sudah jelas. Setelah seminar di UIN Sunan Ampel Surabaya, akan ada rangkaian acara lanjutan di UIN Jakarta.
"Seminar besok ini di UIN Jakarta. Ini akan menjadi coverage-nya. Jadi, ini akan memberikan semacam frame, bingkainya seperti apa, supaya nanti editing-nya bagus. Nah, ini nanti kita ekspose ke dunia luar ya, termasuk dunia Timur Tengah," pungkas Nasaruddin menutup pembicaraan.
Artikel Terkait
Menteri PU Targetkan 93 Sekolah Rakyat Tahap II Beroperasi Juli 2026
Hamas Kecam Serangan Udara Israel Saat Idul Adha, Sebut Gencatan Senjata Dilanggar
Seskab Teddy Indra Wijaya Borong 35 Sapi Kurban dari Peternak Lokal Boyolali
Komisi III DPR: Penggunaan APBN untuk Sapi Kurban Presiden Prabowo Tidak Langgar Hukum dan Syariat